Ranah

Tim Trisula Polres Solok Selatan Musnahkan Peralatan Tambang Emas Ilegal

9
×

Tim Trisula Polres Solok Selatan Musnahkan Peralatan Tambang Emas Ilegal

Sebarkan artikel ini
polres-solok-selatan-musnahkan-peralatan-tambang-emas-ilegal-di-sungai-bangko
Polres Solok Selatan Musnahkan Peralatan Tambang Emas Ilegal di Sungai Bangko

Solok Selatan – Tim Trisula Polres Solok Selatan membongkar paksa praktik tambang emas ilegal di kawasan Sungai Bangko, Selasa (4/8/2026).

Petugas memusnahkan seluruh sarana operasional di lokasi sebagai langkah konkret menghentikan kerusakan lingkungan.

Aksi pembakaran kotak penyaring emas atau asbuk dilakukan untuk memastikan area tersebut tidak lagi bisa digunakan untuk kegiatan terlarang.

Operasi penertiban ini merupakan tindak lanjut atas keresahan masyarakat yang melaporkan maraknya aktivitas tambang liar di wilayah tersebut.

Pasukan di bawah kendali IPDA Lase harus menempuh perjalanan darat selama lima jam untuk menembus lokasi sasaran.

Para pelaku diduga telah mengetahui kedatangan petugas sehingga saat tim tiba, area penambangan sudah ditinggalkan dalam kondisi kosong.

Meski tidak mendapati pelaku, petugas tetap memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk memastikan area steril dari aktivitas pertambangan.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, menyatakan lembaganya menutup ruang bagi praktik tambang ilegal tanpa kompromi.

Langkah tegas ini menjadi cerminan komitmen kepolisian dalam menjaga keutuhan ekosistem alam.

“Polda Sumbar beserta polres jajaran berkomitmen penuh memberantas aktivitas penambangan ilegal yang terbukti merusak lingkungan dan ini adalah respons cepat kami atas laporan masyarakat,” ungkap Susmelawati.

Kapolres Solok Selatan, AKBP Andreanaldo Ademi, berkomitmen untuk memperketat intensitas patroli di titik-titik rawan tambang liar.

Pengawasan ketat kini diberlakukan di area bekas tambang untuk menutup celah bagi pihak yang ingin kembali beroperasi.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat dan merusak alam Solok Selatan, dengan penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis,” tegas Andreanaldo.

Seluruh personel dilaporkan kembali ke markas dengan selamat pada Selasa malam setelah memastikan tidak ada lagi peralatan tambang yang tertinggal di lokasi.