Padang – Pemerintah Kota Padang resmi menghentikan kegiatan belajar tatap muka di seluruh sekolah mulai Rabu (9/9/2026) akibat ancaman kabut asap yang kian pekat.
Seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP, diwajibkan beralih ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Langkah mitigasi ini diambil menyusul data kualitas udara yang menunjukkan angka AQI US menyentuh level 430.
Konsentrasi partikulat PM2.5 yang mencapai 290,2 µg/m³ kini menempatkan kualitas udara Padang dalam kategori berbahaya bagi kesehatan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas mutlak di tengah memburuknya kondisi lingkungan.
“Kita mengambil langkah mitigasi menghadapi kondisi udara yang sudah masuk kategori berbahaya per hari ini,” ujar Fadly.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan meminimalisir risiko gangguan kesehatan pada peserta didik.
“Melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal, kami menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk menerapkan PJJ atau belajar dari rumah secara daring,” tegas Yopi.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta mewajibkan penggunaan masker saat berada di ruang terbuka.
Pihak dinas akan terus memantau fluktuasi kualitas udara sebagai acuan utama dalam menentukan kelanjutan kebijakan pembelajaran tatap muka.
Selama masa PJJ berlangsung, orang tua diminta berperan aktif memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah.
Langkah darurat ini diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak hingga kualitas udara di Kota Padang kembali ke level normal.






