Jakarta – COO Danantara, Dony Oskaria, berjanji segera menuntaskan krisis kelangkaan solar yang menyebabkan antrean panjang kendaraan di Sumatera Barat.
Langkah konkret ini diambil menyusul pertemuan strategis antara Dony dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dony memastikan akan segera memanggil Direktur Utama Patra Niaga guna mengevaluasi sistem distribusi bahan bakar minyak di wilayah tersebut.
Ia menekankan bahwa kelancaran pasokan BBM merupakan kebutuhan vital yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.
Dalam forum tersebut, Mahyeldi mengeluhkan minimnya akses Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap data distribusi BBM dari Pertamina.
Keterbukaan data dinilai krusial agar pemerintah daerah mampu melakukan pengawasan ketat guna meminimalisir penyalahgunaan penyaluran solar.
Selain persoalan BBM, kedua pihak turut membedah berbagai agenda strategis untuk mengakselerasi pembangunan di Sumatera Barat.
Diskusi mencakup penanganan tambang ilegal, pengembangan energi baru terbarukan, hingga percepatan proyek infrastruktur jalan tol dan Pelabuhan Teluk Bayur.
Dony mengusulkan pembentukan skema kemitraan antara PT Antam dengan kelompok tambang rakyat berizin untuk menertibkan sektor pertambangan.
Model ekosistem ini mewajibkan standar pengelolaan lingkungan yang ketat, termasuk kewajiban AMDAL dan reklamasi lahan pascatambang.
“Hilirisasi, reklamasi, dan penanaman kembali harus berjalan bersamaan agar manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat dijaga,” tegas Dony.
Mahyeldi juga menyerahkan proposal lima proyek pembangkit listrik tenaga surya dan gas dengan nilai investasi mencapai Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029.
Proyek tersebut mencakup PLTS Terapung Singkarak, PLTS Sijunjung, PLTS Mentawai, PLTS Pesisir Selatan, serta PLTG Sijunjung yang memanfaatkan gas dari Blok Sinamar.
Dony menyambut positif potensi pemanfaatan gas Sinamar sebesar 35 MMSCFD sebagai sumber energi pembangkit listrik yang efisien.
Ia mengingatkan agar seluruh proyek strategis tersebut didukung dengan kesiapan dokumen perizinan yang matang serta koordinasi lintas instansi yang solid.
Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti seluruh poin pembahasan melalui forum teknis yang melibatkan kementerian dan BUMN terkait.






