Sejak era Reformasi yang dimulai pada tahun 1998, Provinsi Sumatera Barat telah dipimpin oleh sejumlah gubernur yang membawa berbagai perubahan dan kebijakan signifikan bagi perkembangan daerah.
Berikut adalah profil para gubernur yang menjabat sejak periode tersebut hingga saat ini.
1. Muchlis Ibrahim (1997–1999)
Muchlis Ibrahim menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat pada masa transisi Reformasi.
Di tengah gejolak politik nasional, ia menghadapi tantangan besar, termasuk krisis moneter yang melanda Indonesia.
Tekanan dari berbagai pihak, terutama mahasiswa yang menuntut reformasi, membuat situasi pemerintahan menjadi sulit.
Pada Maret 1999, Muchlis Ibrahim mengundurkan diri dari jabatannya, menjadikannya gubernur pertama di Indonesia yang mundur pasca-Reformasi.
2. Zainal Bakar (2000–2005)
Setelah periode transisi yang dipimpin oleh pejabat sementara, Zainal Bakar dilantik sebagai Gubernur Sumatera Barat pada 24 Februari 2000.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bupati Padang Pariaman dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat.
Selama kepemimpinannya, Zainal Bakar fokus pada pembangunan infrastruktur, termasuk inisiasi proyek Jalan Layang Kelok 9 dan pengembangan Bandara Internasional Minangkabau.
Meskipun masa jabatannya diperpanjang hingga Maret 2005, upayanya untuk mencalonkan diri kembali terhalang oleh kendala administratif.
3. Gamawan Fauzi (2005–2009)
Gamawan Fauzi menjadi gubernur pertama Sumatera Barat yang dipilih melalui pemilihan langsung pada tahun 2005.
Sebelumnya, ia dikenal sebagai Bupati Solok yang meraih penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award pada tahun 2004.
Kepemimpinannya ditandai dengan upaya penegakan tata kelola pemerintahan yang baik dan transparansi.
Pada tahun 2009, Gamawan ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga masa jabatannya sebagai gubernur berakhir lebih awal.
4. Marlis Rahman (2009–2010)
Marlis Rahman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur, diangkat menjadi Penjabat Gubernur pada Oktober 2009 setelah Gamawan Fauzi ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri.
Ia resmi dilantik sebagai Gubernur Sumatera Barat pada 7 Desember 2009.
Sebelum terjun ke dunia politik, Marlis adalah akademisi dan pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Andalas.
Masa jabatannya berlangsung hingga Agustus 2010.
5. Irwan Prayitno (2010–2021)
Irwan Prayitno memenangkan pemilihan gubernur pada tahun 2010 dan kembali terpilih untuk periode kedua pada 2015.
Sebelum menjadi gubernur, ia merupakan anggota DPR-RI dari Partai Keadilan Sejahtera.
Kepemimpinannya selama dua periode mencakup berbagai inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Irwan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan di Sumatera Barat.
6. Mahyeldi (2021–sekarang)
Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumatera Barat pada 25 Februari 2021.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wali Kota Padang selama dua periode. Mahyeldi dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam kegiatan dakwah dan memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian dari Universitas Andalas.
Kepemimpinannya saat ini difokuskan pada pengembangan sektor pertanian, pendidikan, dan infrastruktur di Sumatera Barat.
Perjalanan kepemimpinan di Sumatera Barat sejak era Reformasi menunjukkan dinamika politik dan pemerintahan yang terus berkembang. Setiap gubernur membawa visi dan program masing-masing yang berkontribusi pada pembangunan dan kemajuan provinsi ini.






