Ranah

Tragedi Penalti! Roma Kalah dari Lille, Gasperini Angkat Bicara

154
×

Tragedi Penalti! Roma Kalah dari Lille, Gasperini Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

AS Roma harus mengakui keunggulan tim tamu Lille setelah takluk di kandang sendiri pada laga kedua Liga Europa, Kamis malam WIB, 3 Oktober 2025. Kekalahan mengejutkan ini diwarnai kegagalan Roma memanfaatkan tiga kali tendangan penalti berturut-turut di menit-menit akhir pertandingan untuk menyamakan kedudukan.

Lille, yang bertandang ke Stadion Olimpico, berhasil unggul cepat melalui gol Hakon Arnar Haraldsson pada menit keenam. Tertinggal satu gol, skuad asuhan Gasperini meningkatkan intensitas serangan dan menciptakan berbagai peluang. Upaya mereka tampak membuahkan hasil menjelang akhir laga ketika wasit menunjuk titik putih, namun eksekusi penalti tersebut tidak berhasil dikonversi menjadi gol.

Drama penalti dimulai pada menit ke-81 saat Artem Dovbyk mengambil tendangan pertama. Kiper Lille, Berke Ozer, berhasil menggagalkan tendangan tersebut, bahkan setelah Dovbyk diberi kesempatan kedua. Wasit kemudian menginstruksikan pengulangan penalti karena adanya pelanggaran. Roma mengganti eksekutor penalti dengan Matias Soule. Namun, pada menit ke-85, Ozer kembali menunjukkan performa gemilang dengan melompat ke kanan dan menepis bola, menggagalkan penalti ketiga Roma.

Berke Ozer, yang sukses mementahkan tiga tendangan penalti krusial di menit-menit akhir, memastikan timnya membawa pulang tiga poin penuh dari Roma. Hasil ini menempatkan Lille di peringkat keenam klasemen sementara dari 36 tim, dengan mengumpulkan enam poin.

Nabil Bentaleb, gelandang Lille, melayangkan pujian atas penampilan luar biasa Ozer. “Penalti? Rasanya tak ada habisnya,” ucap Bentaleb, seperti dikutip *ESPN*. “Berke melakukan tiga penyelamatan hebat: kami berutang budi padanya untuk itu,” tambahnya.

Gasperini mengaku belum pernah menyaksikan kejadian serupa dalam pertandingan timnya melawan Lille. “Saya belum pernah melihat tiga penalti yang gagal dieksekusi dalam pertandingan yang sama,” kata Gasperini kepada *Sky Italia*, dilansir dari *ESPN*. “Kami tertinggal 1-0 di awal pertandingan dan menempatkan Lille di posisi terbaik untuk memainkan permainan mereka,” imbuhnya.

Terlepas dari kekalahan tersebut, Gasperini mengapresiasi kinerja anak asuhnya yang bermain dengan semangat dan kecepatan tinggi. “Kami mengejar hasil hingga peluit akhir dan, meski kami menciptakan beberapa peluang, begitulah di Eropa, kami tidak cukup kuat untuk memanfaatkan peluang kami,” tutur Gasperini.

Ia lebih lanjut mengakui bahwa kegagalan eksekusi penalti tersebut berdampak pada hasil akhir. Penalti itu seharusnya menjadi titik balik setelah timnya bermain sangat intens. “Ketika kalah, wajar jika kita memandang segala sesuatu secara negatif, tetapi kami mengambil beberapa pelajaran positif dari pertandingan ini,” kata Gasperini.

Kekalahan ini menempatkan Roma di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi tiga poin, yang mereka dapatkan dari kemenangan 2-1 di kandang Nice pada laga pertama.

Setelah laga ini, Roma akan mempersiapkan diri menghadapi laga lanjutan Serie A Italia melawan Fiorentina dalam laga tandang pada Minggu, 5 Oktober nanti. Mereka akan mengejar kemenangan kelima untuk tetap bersaing di papan atas klasemen. Saat ini, skuad Gasperini mengemas 12 poin dari lima laga pertama, sama nilainya dengan AC Milan dan Napoli yang berada di atasnya.

Bagi Lille, kemenangan penting ini menjadi modal berharga sebelum melawan juara Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) di kandang dalam lanjutan liga domestik pada Senin dinihari WIB, 6 Oktober 2025.