Ranah

AM Padang Terus Pulihkan Layanan Air Bersih Pascabencana

273
×

AM Padang Terus Pulihkan Layanan Air Bersih Pascabencana

Sebarkan artikel ini
pascabencana,-pemulihan-layanan-perumda-am-padang-capai-77-persen
Pascabencana, Pemulihan Layanan Perumda AM Padang Capai 77 Persen

Padang – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) AM Kota Padang terus berpacu dengan waktu untuk memulihkan layanan air bersih pasca banjir yang melanda.

Hingga Kamis (4/12), upaya keras tersebut membuahkan hasil dengan tingkat pemulihan mencapai 77 persen.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan sebelumnya layanan air bersih sempat lumpuh total hingga 90 persen.

Hanya tiga unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang mampu bertahan dan tetap beroperasi.

“Selebihnya mengalami rusak sedang hingga berat sehingga tidak bisa dioperasionalkan sesuai kapasitas yang ada,” jelas Hendra.

Pemulihan dilakukan siang dan malam. Area selatan kini sudah kembali normal berkat operasional sejumlah intake dan IPA, termasuk Bungus, Pegambiran, Sikayan, Ulu Gadut, dan Jawa Gadut.

IPA Paraku dengan kapasitas 200 liter per detik juga telah pulih pada hari kedua pasca banjir. Layanan di wilayah selatan pun dipastikan sudah terpenuhi.

Gangguan terparah terjadi di pusat kota. Intake Kampung Koto Nanggalo, yang memasok air untuk IPA Gunung Pangilun (kapasitas 500 liter per detik), sempat berhenti total.

“Intake beroperasi pada Sabtu dengan satu pompa berkapasitas 150 liter per detik. Dua hari kemudian, dua pompa beroperasi,” terang Hendra.

Keterlambatan pemulihan disebabkan tiga pompa terendam banjir dan harus dibongkar elektromotornya. Banjir susulan juga memaksa petugas mengamankan kembali perangkat pompa.

Setelah pompa berhasil dipulihkan, mulut kanal tertutup material, menghambat produksi. Kapasitas yang berfungsi saat ini baru 300 liter per detik karena kualitas air sangat keruh.

Alat berat disiagakan untuk pengerukan di mulut kanal intake Kampung Koto Nanggalo.

Meski demikian, layanan di pusat kota mulai stabil, terutama untuk objek vital seperti rumah sakit. Pemulihan dilakukan bertahap sambil menjaga suplai tetap aman.

Pipa intake Guo sepanjang 150 meter hilang terseret banjir. Jalur ini kembali normal dalam satu hari setelah alat berat dikerahkan. Daerah Kuranji, Belimbing, dan Taruko mulai dialiri air sejak malam sebelumnya.

Tiga intake kecil di wilayah utara juga sudah beroperasi. Intake Garing dan Latung menghasilkan 90 liter per detik dari kapasitas 290 liter per detik.

Namun, satu pompa berkapasitas 125 liter per detik hilang terseret banjir bersama rumah pompanya.

“Sekarang air di Sungai Lubuk Minturun masih deras dan keruh tinggi, sehingga belum bisa disedot. Airnya juga deras bercampur lumpur,” pungkas Hendra.