Jakarta – Gelombang transformasi di bawah naungan Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara sukses memoles kinerja keuangan 22 perusahaan pelat merah hingga April 2026.
Data per 27 Juni 2026 memotret lonjakan laba impresif yang menyebar merata di sektor energi, perbankan, pertambangan, hingga industri.
PT Pertamina memuncaki daftar dengan raihan laba fantastis senilai Rp24,9 triliun atau melesat 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bank BTN mencatatkan rekor pertumbuhan paling spektakuler dengan kenaikan laba mencapai 1.339 persen atau setara Rp1,4 triliun.
Pencapaian serupa ditorehkan PT Pupuk Indonesia yang berhasil mengerek laba hingga 202 persen menjadi Rp4,8 triliun.
Sektor perbankan lainnya, yakni Bank Mandiri dan BRI, turut menyumbang performa solid dengan masing-masing mencetak laba sebesar Rp21,3 triliun dan Rp21,2 triliun.
Pegadaian tidak ketinggalan mencatatkan rapor hijau melalui pertumbuhan laba sebesar 87 persen dengan nilai mencapai Rp4,3 triliun.
Strategi restrukturisasi ini terbukti mampu menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang sebelumnya sempat terperosok ke dalam jurang kerugian.
Krakatau Steel menjadi salah satu kisah sukses dengan melakukan pembalikan kinerja transformatif dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar.
Pencapaian serupa turut diikuti oleh LEN Indonesia, Kimia Farma, Semen Indonesia, Agrinas Pangan, serta Danareksa yang kini kembali mencetak keuntungan.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai capaian ini sebagai bukti konkret efektivitas strategi transformasi yang dijalankan.
Dony menekankan pentingnya menjaga konsistensi, memperketat tata kelola perusahaan, serta menyajikan data riil di lapangan kepada publik.
BP BUMN dan Danantara berkomitmen penuh mempertahankan transparansi demi memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap proses perbaikan berkelanjutan.
Sinergi antar-BUMN kini menjadi fokus utama agar peran perusahaan negara sebagai motor penggerak ekonomi nasional semakin maksimal di masa depan.






