Jakarta – Generasi muda Indonesia didorong untuk tetap optimistis terhadap prospek ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dorongan tersebut mengemuka dalam forum Ruang Bicara Kreatif (Rubik) yang digelar di The Hub Sinarmas Land, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Forum bertema “Arah Baru Ekonomi Indonesia dan Peran Generasi Muda” ini menghadirkan sejumlah pakar ekonomi.
Di antaranya Associate Partner BUMN Research Group LMUI Toto Pranoto, Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah, serta Analis Komunikasi Politik dan Dosen Universitas Paramadina Hendri Satrio.
Ketua Pengurus Yayasan TEMPO 21 JUNI 1994 Anton Aprianto menyoroti tantangan utama yang dihadapi generasi muda, terutama terkait lapangan kerja dan kualitas tenaga kerja.
“Melihat Presiden Prabowo Subianto di era sekarang, kita harus optimistis terhadap pertumbuhan ekonominya,” kata Anton.
Piter Abdullah menilai Indonesia memiliki potensi ekonomi luar biasa, ditopang oleh belanja dan konsumsi rumah tangga. Ia bahkan meyakini pertumbuhan ekonomi bisa mencapai di atas 10 persen.
Namun, Piter mengingatkan potensi ini bisa menjadi risiko jika tidak diiringi penciptaan lapangan kerja yang memadai.
Sementara itu, Toto Pranoto menyoroti pembentukan Sovereign Wealth Fund bernama Danantara melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025.
“Pengelolaan di bawah Danantara ke depan itu, asetnya akan menjadi sedemikian besar,” kata Toto.
Hendri Satrio mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kebijakan makro saja tidak cukup jika generasi muda tidak siap menghadapi kompetisi. Ia mendorong generasi muda untuk menjadi pengusaha.
“Percaya proses, percaya diri, kemudian percaya saja apa yang Anda lakukan pasti baik untuk Anda,” ujar Hendri.






