Ranah

BTN Genjot Penyaluran Rumah Subsidi Hingga 2026

261
×

BTN Genjot Penyaluran Rumah Subsidi Hingga 2026

Sebarkan artikel ini
btn-harap-pertumbuhan-rumah-subsidi-lebih-dari-10-persen
BTN Harap Pertumbuhan Rumah Subsidi Lebih dari 10 Persen

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membidik pertumbuhan penyaluran rumah subsidi di atas 10 persen pada 2026. Target ambisius ini selaras dengan program pemerintah untuk menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat.

Optimisme tinggi menyelimuti jajaran direksi BTN.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, yakin target tersebut dapat tercapai.

“Tahun lalu, pertumbuhan year-on-year bisa lebih dari 7 persen. Ini capaian yang cukup baik, di atas pertumbuhan pasar,” ujar Setiyo di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

BTN memproyeksikan permintaan rumah subsidi akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah wilayah menjadi fokus utama pertumbuhan, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera.

Selain itu, BTN juga mengincar kawasan suburban baru yang dihuni banyak pekerja industri dan manufaktur sebagai target pasar potensial.

Pada tahun ini, BTN menargetkan pemesanan 210.000 unit rumah subsidi baru.

Setiyo menegaskan, rumah subsidi adalah tulang punggung pembiayaan perumahan, terutama bagi masyarakat yang baru pertama kali memiliki rumah.

Pemerintah sendiri telah menetapkan kuota 350.000 unit rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2026.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mendorong agar penyaluran FLPP pada tahun 2026 dapat melampaui target yang ditetapkan.

Ia meminta seluruh pihak terkait untuk berkolaborasi dan berinovasi agar program perumahan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Maruarar juga mengapresiasi sinergi dan komitmen semua pihak dalam mendukung pembangunan perumahan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.