Padang – DPRD Sumatera Barat resmi membuka pembahasan perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026 dalam rapat paripurna, Senin (27/7).
Agenda strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Iqra Chissa, dengan kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy.
Iqra Chissa menekankan bahwa revisi APBD merupakan keharusan untuk menyesuaikan arah kebijakan dengan realita lapangan yang terus berubah.
“Perubahan APBD dilakukan apabila terdapat perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi awal, pergeseran anggaran, penggunaan SILPA, hingga adanya keadaan darurat,” tegas politisi tersebut.
Langkah penyesuaian ini diambil setelah realisasi belanja daerah pada semester pertama baru mencapai 36,38 persen.
Di sisi lain, pendapatan daerah tercatat sudah menyentuh angka 48,92 persen.
Pemerintah daerah kini memegang modal berupa SILPA tahun 2025 sebesar Rp284,6 miliar yang akan dioptimalkan demi menunjang efektivitas pembangunan.
Di tengah upaya penyesuaian anggaran tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyampaikan optimisme tinggi atas laju ekonomi daerah.
Sumatera Barat berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen secara year-on-year pada triwulan pertama 2026.
Vasko menunjuk sektor penyediaan akomodasi serta makan minum sebagai lokomotif utama pertumbuhan dengan lonjakan signifikan mencapai 17,77 persen.
“Kinerja positif ini membuktikan bahwa sektor jasa dan pariwisata menjadi penggerak vital bagi ekonomi masyarakat kita,” papar Vasko.
Pemerintah memproyeksikan tren pertumbuhan ini akan berlanjut pada triwulan kedua seiring tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang dan perayaan hari besar.
Keyakinan serupa juga menyasar sektor investasi, terutama dengan beroperasinya Jalan Tol Padang-Sicincin yang diyakini mampu memangkas biaya distribusi barang dan jasa.
Sinergi antara efisiensi anggaran melalui perubahan APBD dan akselerasi proyek strategis nasional diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah hingga penghujung tahun.






