Ranah

BNI Pacu Digitalisasi, Kinerja Berkelanjutan Jadi Fondasi Bisnis

333
×

BNI Pacu Digitalisasi, Kinerja Berkelanjutan Jadi Fondasi Bisnis

Sebarkan artikel ini
bni-jaga-pertumbuhan-kredit-dan-perkuat-struktur-pendanaan
BNI Jaga Pertumbuhan Kredit dan Perkuat Struktur Pendanaan

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja positif, didorong oleh transformasi digital dan komitmen pada keuangan berkelanjutan.

Transformasi digital BNI tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga mencakup penguatan organisasi, peningkatan produktivitas SDM, optimalisasi jaringan, dan pemanfaatan data analytics.

Tujuannya adalah meningkatkan kualitas layanan dan customer experience.

Salah satu pilar utama transformasi digital BNI adalah pengembangan wondr by BNI.

Platform transaksi personal ini mencatat lebih dari 12 juta pengguna hingga akhir 2025.

Engagement transaksi pada platform ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan platform sebelumnya.

Peningkatan aktivitas nasabah ini berkontribusi pada pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA (Current Account Saving Account).

Di segmen korporasi, BNI menyempurnakan platform BNIdirect.

Platform ini menghadirkan layanan cash management, trade finance, bank guarantee, hingga supply chain financing.

Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25 persen year-on-year (YoY).

Hal ini memperkuat dana giro korporasi sekaligus memperdalam ekosistem bisnis.

Pada level internasional, BNI mempertegas perannya sebagai orkestrator bisnis Indonesia ke pasar global.

BNI memiliki jaringan di delapan pusat keuangan dunia dan kemitraan dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di 90 negara yang mencakup 16 mata uang.

Sebagai bank milik negara, BNI aktif mendukung agenda pembangunan nasional.

Dukungan ini meliputi sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi desa dan UMKM.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan terarah serta digitalisasi layanan keuangan.

Tujuannya agar implementasi program berjalan lebih efektif dan transparan.

Dalam aspek keberlanjutan, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp197 triliun.

Jumlah ini setara dengan 22 persen dari total kredit.

Dana tersebut disalurkan ke berbagai sektor, meliputi energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, pengolahan air dan limbah, serta pembiayaan UMKM.

Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi strategi bisnis perseroan.

“Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin dari penerbitan Sustainability Bond dan Green Bond masing-masing senilai Rp5 triliun.

Selain itu, BNI juga menyalurkan Sustainability Linked Loan kepada perusahaan dengan kinerja keberlanjutan yang terus meningkat.

BNI juga meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit.

Hal ini menjadikan BNI sebagai bank pertama di Indonesia yang menghadirkan panduan transisi tersebut.

Melalui integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis dan operasional, BNI menegaskan posisinya sebagai pionir green banking.

BNI juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong transisi ekonomi hijau menuju target Net Zero Emission 2060.