Jakarta – Lima perusahaan asal Tiongkok memenangkan tender proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) yang dikelola oleh Danantara Indonesia. Penetapan ini menandai babak baru dalam upaya mengatasi masalah sampah di Indonesia.
Danantara Indonesia sebelumnya telah menyeleksi lebih dari 200 perusahaan penyedia teknologi dari seluruh dunia.
Proyek PSEL tahap awal akan difokuskan di empat kota, yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. Keempat kota ini dinilai paling siap secara administratif dan memiliki urgensi tinggi dalam penanganan volume sampah.
Lead of Waste to Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, menyatakan bahwa seluruh peserta tender wajib bermitra dengan perusahaan lokal.
Langkah ini bertujuan untuk mendorong transfer teknologi dan memperkuat kapasitas perusahaan daerah serta nasional.
Berikut profil singkat lima perusahaan Tiongkok yang berhasil memenangkan tender:
- Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd.
Berbasis di Chongqing, perusahaan yang berdiri sejak 2009 ini fokus pada pengolahan sampah menjadi energi. Sanfeng adalah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Saham Shanghai.
Sanfeng memegang lisensi teknologi grate incinerator dari Martin GmbH, Jerman, dan telah mengembangkan kemampuan produksi peralatan inti secara mandiri. Teknologi Sanfeng telah diterapkan di lebih dari 250 proyek dengan lebih dari 400 lini insinerasi, dengan total kapasitas melebihi 220.000 ton sampah per hari.
- Wangneng Environment Co., Ltd
Beroperasi sejak 2012, Wangneng berbasis di Huzhou, Zhejiang, dan mengembangkan bisnis pengolahan limbah terpadu.
Dalam sektor WtE, Wangneng mengolah limbah padat menjadi energi listrik maupun panas melalui pembakaran, gasifikasi, dan bioteknologi. Mereka mengklaim mampu menghasilkan sekitar 3,04 miliar kWh listrik bersih per tahun.
- Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd.
Weiming dikenal sebagai salah satu pemain utama WtE di Tiongkok. Bisnisnya mencakup desain, investasi, konstruksi, hingga operasi fasilitas WtE serta manufaktur peralatan insinerasi.
Pada tahun 2023, total produksi listrik dari operasional Weiming mencapai sekitar 3,85 miliar kWh.
- SUS Indonesia Holding Limited
Meskipun bernama Indonesia, perusahaan ini terdaftar di Tiongkok dan mulai beroperasi pada 19 Juli 2022. Induk usahanya adalah Shanghai SUS Environment Co., Ltd.
Grup SUS telah menjalankan sekitar 84–89 proyek WtE di berbagai negara. Di Indonesia, mereka telah membangun fasilitas WtE di Makassar.
- PT Jinjiang Environment Indonesia
Perusahaan ini merupakan bagian dari Zheneng Jinjiang Environment Holding Co., Ltd., grup lingkungan asal Tiongkok. PT Jinjiang berdiri pada 2017.
Di Indonesia, Jinjiang mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Palembang.






