OlahragaRanah

Pariaman Bangun Akademi Sepak Bola Berbasis Pesantren Pertama

330
×

Pariaman Bangun Akademi Sepak Bola Berbasis Pesantren Pertama

Sebarkan artikel ini
akademi-sepak-bola-pesantren-segera-hadir-di-pariaman,-batu-pertamanya-diletakkan-menteri-desa
Akademi Sepak Bola Pesantren Segera Hadir di Pariaman, Batu Pertamanya Diletakkan Menteri Desa

Pariaman – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI, Yandri Susanto, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Akademi Sepak Bola Berbasis Pesantren Josal FC di Dusun Sirambang, Desa Cubadak Aia Utara, Kota Pariaman, Sabtu (4/4/2026).

Proyek ini menjadi terobosan baru sebagai akademi sepak bola berbasis pesantren pertama di Sumatera. Fasilitas tersebut mengintegrasikan pembinaan atlet sepak bola modern dengan pendidikan agama dan pembentukan karakter siswa.

Founder Indah Cargo Group sekaligus Anggota DPR RI, Arisal Aziz, mengungkapkan bahwa pembangunan akademi ini didanai sepenuhnya menggunakan dana pribadi. Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan generasi muda di Sumatera Barat.

“Kami ingin menyelamatkan anak nagari dari pengaruh narkoba dan kenakalan remaja. Akademi ini menggabungkan latihan sepak bola dengan pendidikan agama dan pembinaan mental agar lahir pemain hebat yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar Arisal.

Akademi ini nantinya akan dilengkapi dengan empat lapangan sepak bola dan menerapkan sistem pendidikan berasrama (boarding). Para siswa akan menjalani latihan intensif yang diseimbangkan dengan pendidikan agama serta pembinaan mental yang terstruktur.

Menteri Desa PDT RI, Yandri Susanto, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara masjid, pesantren, dan olahraga merupakan langkah strategis dalam membangun peradaban dari desa.

“Ini bukan hanya membangun fisik, tetapi membangun manusia seutuhnya. Ada aspek spiritual, pendidikan, dan pengembangan bakat. Model ini harus menjadi contoh bagi desa lain dalam menyiapkan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berprestasi,” kata Yandri.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, turut memberikan dukungan. Ia menilai konsep ini sangat substansial dan sejalan dengan filosofi Minangkabau yang mengintegrasikan masjid, pesantren, dan akademi sepak bola sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa kehadiran akademi ini menjadi kebanggaan bagi daerah karena merupakan yang pertama di Sumatera. Pihaknya berkomitmen penuh mendukung keberlangsungan program pendidikan dan olahraga tersebut.Pariaman – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI, Yandri Susanto, meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Akademi Sepak Bola Berbasis Pesantren Josal FC di Dusun Sirambang, Desa Cubadak Aia Utara, Kota Pariaman, Sabtu (4/4/2026).

Proyek ini menjadi terobosan baru sebagai akademi sepak bola berbasis pesantren pertama di Sumatera. Fasilitas tersebut mengintegrasikan pembinaan atlet sepak bola modern dengan pendidikan agama serta pembentukan karakter siswa.

Founder Indah Cargo Group sekaligus Anggota DPR RI, Arisal Aziz, mengungkapkan bahwa pembangunan akademi ini menggunakan dana pribadi sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan generasi muda di Sumatera Barat.

“Kami ingin menyelamatkan anak nagari dari pengaruh narkoba dan kenakalan remaja. Akademi ini menggabungkan latihan sepak bola dengan pendidikan agama dan pembinaan mental agar lahir pemain hebat yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar Arisal.

Akademi ini nantinya akan dilengkapi dengan empat lapangan sepak bola dan menerapkan sistem pendidikan berasrama (boarding). Para siswa akan menjalani latihan intensif yang diseimbangkan dengan pendidikan agama serta pembinaan mental yang terstruktur.

Menteri Desa PDT RI, Yandri Susanto, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara masjid, pesantren, dan olahraga merupakan langkah strategis dalam membangun peradaban dari desa.

“Ini bukan hanya membangun fisik, tetapi membangun manusia seutuhnya. Ada aspek spiritual, pendidikan, dan pengembangan bakat. Model ini harus menjadi contoh bagi desa lain dalam menyiapkan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berprestasi,” kata Yandri.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, turut memberikan dukungan. Ia menilai konsep ini sangat substansial dan sejalan dengan filosofi Minangkabau, di mana integrasi masjid, pesantren, dan akademi sepak bola menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa kehadiran akademi ini merupakan kebanggaan bagi daerah karena menjadi yang pertama di Sumatera. Pihaknya berkomitmen mendukung penuh keberlangsungan program pendidikan dan olahraga tersebut.