Ranah

KAI Batalkan KA Siliwangi Setelah Jalur Cibeber-Lampegan Amblas

74
×

KAI Batalkan KA Siliwangi Setelah Jalur Cibeber-Lampegan Amblas

Sebarkan artikel ini
kai-batalkan-perjalanan-ka-siliwangi-akibat-tanah-amblas
KAI Batalkan Perjalanan KA Siliwangi Akibat Tanah Amblas

Bandung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi II Bandung membatalkan perjalanan KA Siliwangi setelah tanah amblas atau gogosan terjadi di jalur rel antara Stasiun Cibeber dan Stasiun Lampegan. Kondisi itu membuat petak Cibeber-Lampegan ditutup sementara dan tidak bisa dilintasi kereta api sampai proses perbaikan rampung.

Manager Humas PT KAI Daop II Bandung Kuswardojo menegaskan, keselamatan penumpang dan perjalanan menjadi prioritas utama. Karena itu, KAI langsung mengambil langkah penutupan jalur yang terdampak.

“Keselamatan merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Untuk itu, jalur pada petak jalan Cibeber-Lampegan kami nyatakan tidak dapat dilalui sementara waktu hingga proses perbaikan selesai dilakukan,” kata Kuswardojo, Minggu, 19 April 2026.

KAI menerima laporan awal mengenai amblasnya tanah di Km 74+9/0 petak jalan Cibeber-Lampegan pada Minggu malam, 19 April 2026, pukul 19.55 WIB. Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan struktur jalur rel tidak sesuai akibat gogosan dan kondisi itu dinilai membahayakan perjalanan kereta api.

Usai laporan diterima, PT KAI Daop II Bandung mengerahkan tim tanggap darurat ke lokasi untuk melakukan pengecekan lanjutan. Hasil pemeriksaan memastikan lintasan tersebut tidak aman untuk dilalui kereta api.

Dampaknya, KAI membatalkan perjalanan KA Siliwangi (345) relasi Cipatat-Sukabumi dan membatasi layanan hanya sampai Stasiun Cianjur. Keberangkatan KA Siliwangi pada Senin, 20 April 2026, pukul 05.15 WIB juga ikut dibatalkan.

“Kami memahami bahwa pembatalan perjalanan ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jasa,” ujar Kuswardojo.

Sebagai kompensasi, penumpang terdampak bisa membatalkan tiket dan mendapatkan pengembalian dana 100 persen dari harga tiket, tidak termasuk biaya pemesanan. Pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI atau langsung di loket stasiun, maksimal dalam 7×24 jam.

Kuswardojo menambahkan, KAI Daop II Bandung kini mempercepat proses perbaikan agar operasional kereta bisa kembali normal. “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penanganan di lapangan agar jalur dapat segera kembali normal dan operasional kereta api dapat berjalan dengan lancar. Kami juga mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan,” kata dia.