Ranah

PGE dan UGM Kembangkan Booster Pertanian Geotermal

121
×

PGE dan UGM Kembangkan Booster Pertanian Geotermal

Sebarkan artikel ini
pge,-ugm-dan-agrotekno-produksi-pupuk-ramah-lingkungan
PGE, UGM dan Agrotekno Produksi Pupuk Ramah Lingkungan

Padang – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menggandeng Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris untuk mengembangkan booster pertanian ramah lingkungan berbasis panas bumi. Inovasi ini diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperluas pemanfaatan energi panas bumi di luar sektor kelistrikan.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan bisnis panas bumi perlu bergerak melampaui pembangkit listrik. “Ke depan, bisnis panas bumi tidak hanya berfokus pada listrik, tetapi beyond electricity yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pertanian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.

Kolaborasi itu diwujudkan lewat penandatanganan joint study development project Beyond-Katrili. Program ini disiapkan untuk menjawab tantangan peningkatan produktivitas pertanian, terutama di wilayah yang berdekatan dengan operasional panas bumi, seperti Sulawesi Utara.

Melalui Project Katrili, ketiga pihak memadukan riset energi panas bumi dengan teknologi pertanian untuk menghasilkan booster berbasis silika geotermal. Produk tersebut diklaim mampu memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan ketahanan tanaman, dan mendorong hasil panen yang berkelanjutan.

Andi Joko berharap Beyond-Katrili dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Menurut dia, inisiatif ini tidak hanya ditujukan untuk mendongkrak produktivitas pertanian, tetapi juga untuk memperluas manfaat energi panas bumi.

“Upaya ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi dan riset berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” kata dia.

Katrili mengandung silika dan kitosan yang dikembangkan dari pemanfaatan limbah kulit udang dan kepiting yang melimpah di Indonesia. Selain membantu mengurangi limbah, kandungan kitosan dalam produk itu disebut berfungsi melindungi tanaman dan meningkatkan kualitas pertumbuhan.

Penggunaannya dilakukan dengan mencampurkan Katrili ke dalam air, lalu menyiramkannya langsung ke tanah. Dosis disesuaikan dengan karakteristik tanah dan jenis komoditas.

Saat ini, Katrili telah diterapkan pada sejumlah komoditas, di antaranya tomat varietas Gustavi, kacang batik, bawang merah, dan padi.

Dekan Fakultas Teknik UGM Selo menegaskan kampus memiliki peran penting dalam menjembatani riset dan penerapan teknologi di masyarakat. Ia menilai pengembangan Katrili menjadi contoh konkret integrasi energi dan pangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan di tengah dinamika global.

Sementara itu, CEO PT Agrotekno Estetika Laboratoris Alexander H. Soeriyadi menilai kandungan silika memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tahan tanaman dan mutu hasil panen. Salah satu anggota tim peneliti FT UGM, Pri Utami, memastikan inovasi tersebut disusun melalui pendekatan ilmiah lintas disiplin yang menggabungkan geologi, farmasi, dan pertanian agar menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.