Ranah

DPRD Sumbar Minta Penanganan Serius Ancaman Narkoba dan Stunting

54
×

DPRD Sumbar Minta Penanganan Serius Ancaman Narkoba dan Stunting

Sebarkan artikel ini
doni-harsiva-yandra-dorong-langkah-tegas-cegah-ancaman-buruk-anak-muda
Doni Harsiva Yandra Dorong Langkah Tegas Cegah Ancaman Buruk Anak Muda

Padang – DPRD Sumatera Barat menyoroti semakin seriusnya ancaman terhadap generasi muda, terutama terkait narkoba, fenomena sosial termasuk LGBT, dan stunting.

Ketiga persoalan itu dinilai harus segera ditangani karena dapat menggerus kualitas sumber daya manusia sekaligus memengaruhi masa depan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Doni Harsiva Yandra saat menerima audiensi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat ISIP dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPO) Universitas Andalas di Ruang Khusus II DPRD Sumbar, Padang, Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan itu, para mahasiswa menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya kasus narkoba, berkembangnya fenomena LGBT dalam dinamika sosial masyarakat, serta tingginya angka stunting di Sumatera Barat.

Mereka menilai ketiga isu itu tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan biasa, melainkan ancaman serius yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.

Menanggapi hal tersebut, Doni mengatakan kondisi itu tidak bisa dianggap sepele. Menurut dia, situasi yang terjadi saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.

“Masalah narkoba, penyimpangan sosial, dan kenakalan remaja ini sudah mengkhawatirkan. Semua pihak harus serius menangani. Tidak boleh ada pembiaran,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Sumbar itu.

Ia menegaskan, pihak terkait akan didorong untuk bergerak cepat menghadirkan solusi konkret agar persoalan tersebut tidak berlarut.

“Kita akan dorong pihak terkait agar persoalan ini tidak berlarut dan segera teratasi,” katanya.

Doni menjelaskan, narkoba merupakan ancaman langsung yang dapat merusak masa depan generasi muda. Sementara itu, stunting berdampak pada kualitas kesehatan dan kecerdasan anak.

Adapun fenomena sosial termasuk LGBT dalam dinamika masyarakat, menurut dia, perlu direspons melalui pendekatan edukatif dan preventif.

“Narkoba ini jelas merusak masa depan. Generasi muda harus dilindungi dan dibekali pemahaman yang kuat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, gerakan bersama,” kata Doni yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar.

Ia menambahkan, masa depan Sumatera Barat sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini.

“Ke depan, nasib daerah ini ada di tangan anak muda hari ini. Karena itu, mereka harus disiapkan dengan baik,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Doni menekankan perlunya langkah konkret dan terukur untuk menekan berbagai persoalan tersebut. Ia mendorong penguatan edukasi di lingkungan pendidikan, pencegahan narkoba secara masif, serta percepatan penanganan stunting.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar upaya yang dilakukan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Ini tidak bisa ditunda. Harus ada langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan agar generasi muda kita benar-benar terlindungi,” tutupnya.