PemerintahRanah

Wabup Agam Pimpin Ribuan Warga Bersihkan Pantai Tiku Lawan Krisis Ekologi

103
×

Wabup Agam Pimpin Ribuan Warga Bersihkan Pantai Tiku Lawan Krisis Ekologi

Sebarkan artikel ini
pimpin-gotong-royong-bersihkan-pantai-tiku,-wabup-agam-ajak-warga-bergerak-jaga-lingkungan
Pimpin Gotong Royong Bersihkan Pantai Tiku, Wabup Agam Ajak Warga Bergerak Jaga Lingkungan

Tiku – Ribuan warga bersama jajaran pemerintah, TNI, dan Polri turun langsung membersihkan pesisir Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Sabtu (6/6).

Aksi gotong royong ini menjadi puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Agam, sekaligus menjadi simbol perlawanan kolektif terhadap ancaman krisis ekologi yang kian nyata.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa degradasi lingkungan bukan lagi sekadar isu global, melainkan ancaman faktual.

Dampaknya kini telah dirasakan masyarakat luas, mulai dari pergeseran pola musim, peningkatan suhu udara, hingga ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

“Krisis lingkungan yang kita hadapi saat ini sudah terasa nyata, bukan lagi persoalan yang jauh dari kehidupan tetapi sudah hadir di sekitar kita. Karena itu, diperlukan tindakan nyata dan kolaborasi semua pihak untuk menjaga bumi yang kita wariskan kepada generasi mendatang,” ujar Iqbal di sela-sela aksi bersih-bersih.

Menanggapi tantangan pengelolaan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, Pemerintah Kabupaten Agam kini mengintensifkan berbagai program berkelanjutan.

Langkah strategis tersebut mencakup penanganan limbah danau secara komprehensif, penguatan bank sampah di tingkat nagari, hingga penggalakan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pembentukan sekolah Adiwiyata untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Iqbal menekankan bahwa pemulihan kondisi alam tidak mungkin dilakukan pemerintah secara mandiri. Sinergi lintas sektor yang melibatkan masyarakat, dunia pendidikan, TNI, Polri, serta pelaku usaha menjadi kunci utama.

“Persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, dunia pendidikan, TNI, Polri, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan. Hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk bergerak bersama,” tegasnya.

Guna memastikan keberlanjutan program, instruksi tegas telah diberikan kepada seluruh kepala OPD, camat, hingga wali nagari untuk mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam rencana kerja yang terukur, termasuk alokasi anggaran yang memadai.

Selain itu, sektor swasta didorong untuk lebih aktif berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pelestarian alam.

Kepada generasi muda, Iqbal menitipkan harapan agar para pelajar menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ia mengajak masyarakat luas untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gaya hidup, mulai dari langkah sederhana seperti memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, hingga aktif menanam pohon.

Rangkaian aksi di Pantai Tiku ditutup dengan penanaman pohon bersama sebagai simbol komitmen menjaga ekosistem pesisir.

Iqbal mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang hadir, seraya berharap semangat gotong royong ini terus terjaga demi mewujudkan Agam yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.