Jakarta – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) akan menebar dividen tunai senilai US$ 447,5 juta setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST menyetujui kebijakan itu pada Jumat, 17 April 2026. Jumlah tersebut hampir seluruh laba bersih perseroan sepanjang 2025.
Manajemen ADRO menyatakan dividen itu setara 99,96 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai US$ 447,69 juta. Dari total laba tersebut, US$ 447,5 juta dialokasikan untuk pemegang saham sebagai dividen tunai.
“Sejumlah US$ 447.500.000 dari laba bersih tersebut dibagikan sebagai dividen tunai, di mana sebesar US$ 250.000.000 telah dibayarkan pada tanggal 15 Januari 2026 sebagai dividen tunai interim,” demikian tertulis dalam keterbukaan informasi perseroan, dikutip Sabtu, 18 April 2026.
Adapun sisa dividen yang belum dibayarkan, sebesar US$ 197,5 juta, akan disalurkan sebagai dividen tunai final. Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen final itu pada 8 Mei 2026.
Sisanya, senilai US$ 191.220 atau 0,04 persen dari laba bersih, akan dibukukan sebagai saldo laba perseroan.
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 5 triliun. Manajemen memberi kewenangan penuh kepada direksi untuk mengambil langkah yang dinilai perlu dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
“Memberikan wewenang mutlak kepada direksi perseroan untuk atas diskresinya mengambil keputusan dan/atau melakukan tindakan apapun yang menurut pertimbangan direksi perseroan dianggap baik atau perlu dalam rangka pelaksanaan pembelian kembali saham perseroan tersebut,” tulis manajemen.
Di sisi lain, kinerja keuangan ADRO sepanjang 2025 tercatat melemah. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan usaha turun menjadi US$ 1,87 miliar dari US$ 2,07 miliar pada 2024.
Laba tahun berjalan perseroan juga merosot tajam menjadi US$ 447,69 juta pada 2025, dibandingkan US$ 1,38 miliar pada tahun sebelumnya.






