Ranah

Agam Terima Solar dari Sampah Plastik Olahan UNP

186
×

Agam Terima Solar dari Sampah Plastik Olahan UNP

Share this article
agam-terima-1-ton-solar-dari-olahan-sampah-plastik-hasil-kolaborasi-unp
Agam Terima 1 Ton Solar dari Olahan Sampah Plastik Hasil Kolaborasi UNP

Lubuk Basung – Kabupaten Agam menerima bantuan 1 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang inovatif, Senin (9/2). Solar ini dihasilkan dari pengolahan sampah plastik.

Bantuan tersebut berasal dari Pusat Penelitian Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PPKLH) Universitas Negeri Padang (UNP).

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi, secara simbolis menerima BBM ramah lingkungan ini di aula kantor Bupati Agam.

Rektor UNP, melalui Direktur Pascasarjana Prof Indang Dewata, menyerahkan langsung bantuan tersebut.

Inovasi solar ini merupakan hasil kolaborasi antara PPKLH UNP, Renol Energy, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam.

Sampah plastik menjadi bahan baku utama dalam proses pengolahan ini.

Mhd Lutfi mengapresiasi sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah daerah dalam menciptakan solusi berkelanjutan.

“Inovasi ini sangat strategis. Selain menjawab kebutuhan energi masyarakat, juga menjadi solusi atas masalah serius sampah plastik,” ungkap Lutfi.

Rencananya, solar hasil olahan sampah plastik ini akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional fasilitas umum.

Prioritas pemanfaatan meliputi pelayanan kesehatan, masjid, dan pengoperasian alat berat dalam upaya pemulihan pascabencana.

Mhd Lutfi menegaskan, inovasi ini menjadi jawaban atas kondisi darurat sampah plastik.

Pendekatan ini mengubah pandangan terhadap sampah, dari limbah menjadi sumber daya bernilai guna yang ramah lingkungan.

Pemerintah daerah berharap program ini terus berkembang dan diperluas cakupannya, serta direplikasi di berbagai wilayah di Kabupaten Agam.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah plastik sejak dari rumah tangga. Edukasi harus dilakukan secara masif agar upaya pelestarian lingkungan dapat dimulai dari tahap paling dasar,” pungkasnya.