Jakarta – Pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur sementara di wilayah Sumatera yang terdampak banjir. Langkah ini diambil untuk mempercepat penyaluran bantuan logistik yang terhambat akibat kerusakan jalan dan jembatan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infras) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pembangunan infrastruktur permanen membutuhkan waktu sekitar enam bulan.
“Tidak mungkin kita menunggu selama itu,” ujar AHY usai rapat koordinasi penanganan pascabanjir Sumatera, Kamis (11/12/2025).
Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur temporer dinilai menjadi solusi terbaik untuk mempermudah mobilitas dan distribusi logistik.
AHY mencontohkan jembatan di Tamiang, Aceh, sepanjang 250 meter yang terputus. Pembangunan kembali jembatan tersebut akan memakan waktu lama.
“Solusinya adalah membangun jembatan sementara satu lajur yang bisa dilalui masyarakat,” kata AHY.
Pemerintah memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah terdampak bencana Sumatera mencapai Rp 51 triliun.
“Dihitung secara umum, kurang lebih membutuhkan (Rp 51 triliun), dan ini masih terus diupdate. Karena bisa saja akan ada pertambahan atau pengembangan,” kata AHY.
Dana tersebut akan digunakan untuk memulihkan infrastruktur di tiga wilayah terdampak banjir, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Aceh menjadi wilayah dengan alokasi dana pemulihan terbesar, yaitu Rp 24 triliun. Sementara sisanya, sekitar Rp 13 triliun, akan digunakan untuk memulihkan infrastruktur di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Fokus pemulihan infrastruktur akan diarahkan pada kepentingan konektivitas, seperti jalan dan jembatan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain itu, pemulihan infrastruktur juga akan menyasar akses air bersih dan sanitasi.
“Kami mendengarkan keluhan di lapangan, tentunya masyarakat sangat berharap dukungan air bersih, sanitasi, termasuk juga toilet portable, mobile toilet yang juga tentunya sangat membantu, termasuk ibu dan anak-anak,” pungkas AHY.






