PemerintahRanah

Akademisi hingga Mantan Komisioner, Ini Latar Belakang 21 Calon Komisioner KPID Sumbar 2025-2028

483
×

Akademisi hingga Mantan Komisioner, Ini Latar Belakang 21 Calon Komisioner KPID Sumbar 2025-2028

Sebarkan artikel ini

Sebanyak 21 nama kini bersiap menjalani tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) yang digelar oleh DPRD Sumbar melalui Komisi I.

Padang – Latar belakang para calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat periode 2025–2028 menunjukkan komposisi yang beragam.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabarpadang.com, terdiri dari mantan komisioner lembaga publik, akademisi, wartawan, hingga pegiat digital.

Sebanyak 21 nama kini bersiap menjalani tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) yang digelar oleh DPRD Sumbar melalui Komisi I.

Keragaman latar belakang ini menjadi sorotan dalam proses seleksi yang digelar secara terbuka dan transparan oleh Panitia Seleksi (Pansel) KPID Sumbar.

Hasil seleksi tersebut diserahkan secara resmi oleh Ketua Timsel, Otong Rosadi, kepada Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, pada Kamis (2/10/2025), dan diumumkan sehari kemudian kepada publik.

Dalam daftar calon tersebut, dua nama tercatat sebagai mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota di Sumbar, yakni Amid Muttaqim dan Jonnedi.

Dua nama lainnya, Andres dan Jimmi Syah Putra Ginting, merupakan mantan komisioner KPID Sumbar pada periode sebelumnya.

Sedangkan, enam orang petahana kembali maju dalam seleksi kali ini, yaitu Baldi Pramana, Dasrul, Edra Mardi, Eka Jumiati, Ficky Tri Saputra, dan Yusrin Trinanda.

Yusrin sendiri merupakan Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Rahmat Sutrisno yang mengundurkan diri jelang Pemilu 2024 lalu.

Dari kalangan akademisi, tiga nama hadir mewakili dunia pendidikan, yakni Dendi Kurniawan, Yuni Candra, dan M. Daniel Arifin.

Sementara dua nama lain, Arif Yumardi dan Nofal Wiska merupakan mantan komisioner Komisi Informasi Sumatera Barat. Nofal merupakan Ketua KI Sumbar pada periode sebelumnya, sedangkan Arif Koordinator pada salah satu bidang.

Dunia media juga diwakili oleh Riki Chandra, seorang wartawan aktif di Sumatera Barat, serta Selvi Gusnelia, penyiar radio asal Bukittinggi.

Selain itu, Deni Marlesi dikenal sebagai pegiat sosial yang aktif di kegiatan masyarakat, sementara Zulfadhli Muchtar mewakili kalangan pegiat digital yang bergerak di dunia kreatif dan media daring.

Dari latar belakang politik dan kepemudaan, Oldsan Bayu Pradipta, berkecimpung di KNPI dan mantan calon legislatif sekaligus putra anggota DPRD Sumbar Yusuf Abit.

Sementara Yogi Afriandi, mantan Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP) semasa kuliah.

Ke-21 nama tersebut akan menjalani Uji Kelayakan dan Kepatutan di DPRD Sumbar dalam waktu dekat.

Dari hasil tahapan ini, tujuh orang akan dipilih menjadi Komisioner KPID Sumatera Barat periode 2025–2028.

Lembaga ini diharapkan mampu menjaga kualitas siaran, memperkuat literasi media publik, dan beradaptasi dengan dinamika penyiaran di era digital.