Ranah

Apindo Pacu Kebangkitan Ekonomi Pasca Bencana Sumatera

165
×

Apindo Pacu Kebangkitan Ekonomi Pasca Bencana Sumatera

Sebarkan artikel ini
apindo-sebut-pentingnya-pemulihan-usaha-pascabencana
Apindo Sebut Pentingnya Pemulihan Usaha Pascabencana

Jakarta – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi perhatian serius Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Pemulihan ekonomi dan sektor usaha di wilayah terdampak menjadi fokus utama.

Apindo menyatakan prioritas utama saat ini adalah mengatasi dampak bencana secara bersama-sama.

Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menegaskan pemulihan usaha menjadi kunci.

“Saat ini, saya rasa yang menjadi utama adalah bagaimana bersama-sama kita bisa mengatasi situasi yang ada,” ujar Shinta di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Apindo akan mengupayakan bantuan ekonomi untuk keberlangsungan usaha di daerah terdampak.

Sektor UMKM dan perdagangan lokal menjadi yang paling terpukul akibat bencana ini. Terhambatnya distribusi dan kekurangan air bersih sangat berdampak pada operasional pelaku usaha.

Apindo merujuk pada perhitungan sementara Bank Indonesia (BI) terkait dampak bencana terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

BI memperkirakan bencana ini berpotensi menggerus sekitar 0,017 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2025. Perhitungan ini didasarkan pada asesmen awal yang memperhitungkan terhentinya aktivitas ekonomi selama 32 hari di tiga provinsi terdampak.

“Soal kalkulasi berapa besar dampak ekonomi, dari perspektif ekonomi sudah dibuat oleh pemerintah, ya, 0,017,” kata Shinta.

Saat ini, Apindo bersama pemangku kepentingan lainnya fokus membantu usaha-usaha yang terdampak agar dapat segera bangkit kembali.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 1.090 jiwa hingga Sabtu (20/12/2025).