EkonomiRanahTeknologi

Aplikasi “Nyari Gawe” Pacu Penyerapan 1,8 Juta Pengangguran

165
×

Aplikasi “Nyari Gawe” Pacu Penyerapan 1,8 Juta Pengangguran

Sebarkan artikel ini
ada-1,8-juta-pengangguran,-dedi-mulyadi-minta-industri-dukung-aplikasi-nyari-gawe
Ada 1,8 Juta Pengangguran, Dedi Mulyadi Minta Industri Dukung Aplikasi Nyari Gawe

Bandung – Sebanyak 86.600 pencari kerja telah memanfaatkan aplikasi ketenagakerjaan “Nyari Gawe” di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini mendorong perusahaan-perusahaan untuk aktif memperbarui data penerimaan karyawan melalui aplikasi tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat untuk mengawal pembaruan data tersebut. Tujuannya, agar data yang tersedia selalu valid dan akurat.

“Bu Ning, tolong perusahaannya aktif memperbaharui ya agar kita terus memiliki data valid,” kata Dedi, Kamis (16/10/2025).

Dedi menekankan perlunya perubahan paradigma perusahaan dalam memandang pelamar kerja. Ia menilai, perusahaan seringkali terlalu fokus pada persyaratan sertifikat keahlian tertentu.

Menurutnya, pelamar kerja adalah subjek, bukan objek. Aspek kemanusiaan harus menjadi prioritas dalam sistem ketenagakerjaan.

“Mereka (pekerja) adalah pemilik perusahaan sama dengan pimpinan perusahaan. Dia adalah pemegang saham dalam bentuk sumber daya yang melahirkan produktivitas dalam industri,” tegasnya.

Ketua DPP Apindo Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, menyatakan dukungan penuh terhadap aplikasi “Nyari Gawe”. Apindo berjanji akan mendorong perusahaan anggotanya untuk memperbarui data penerimaan karyawan secara berkala.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengungkapkan bahwa 64 perusahaan telah terdaftar dalam aplikasi “Nyari Gawe”. Aplikasi ini memungkinkan perusahaan memasang lowongan kerja dan melakukan rekrutmen dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).

“Kami terus mengembangkan fitur aplikasi sesuai masukan dari perusahaan dan pengguna,” ujar Adi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, mengungkapkan angka pengangguran di Jawa Barat pada Februari 2025 mencapai 1,81 juta orang atau 6,74 persen.

Meskipun angka pengangguran mengalami penurunan sebesar 0,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tantangan besar tetap ada bagi Pemprov Jawa Barat, terutama karena mayoritas pengangguran adalah lulusan SMK.