Ranah

Arus Kendaraan ke Merak Meningkat, Bakauheni Siapkan Kantong Parkir

512
×

Arus Kendaraan ke Merak Meningkat, Bakauheni Siapkan Kantong Parkir

Sebarkan artikel ini
sebanyak-7.475-kendaraan-memadati-pelabuhan-bakauheni
Sebanyak 7.475 Kendaraan Memadati Pelabuhan Bakauheni

Bakauheni – Peningkatan signifikan terjadi pada arus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, melaporkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 7.475 kendaraan telah melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Merak, Banten. Data ini diperoleh dari laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Posko Angkutan Nataru.

Rincian data menunjukkan bahwa kendaraan logistik atau truk mendominasi antrean dengan jumlah mencapai 3.864 unit. Sementara itu, mobil pribadi tercatat sebanyak 2.794 unit. Partogi Tamba menjelaskan, “Jumlah penumpang yang menyeberang, baik pejalan kaki maupun yang berada di dalam kendaraan, tercatat sebanyak 28.821 orang,” seperti yang dikutip dari Antara pada hari Jumat, 19 Desember 2025.

Kepadatan kendaraan yang hendak menyeberang telah terlihat sejak hari Senin, yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas di area pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Partogi Tamba menduga bahwa salah satu faktor utama penyebab kepadatan ini adalah kondisi cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Sunda dalam beberapa hari terakhir. Cuaca buruk ini berdampak langsung pada jadwal sandar dan keberangkatan kapal, yang kemudian memicu antrean panjang. Pada Kamis malam hingga Jumat, antrean kendaraan dilaporkan mencapai satu kilometer dari area pelabuhan.

Sebagai respons terhadap situasi ini, petugas ASDP bersama dengan pihak kepolisian dari Polsek KSKP Bakauheni terus berupaya mengurai antrean dan memberikan pelayanan terbaik kepada para calon penumpang kapal. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menyiapkan kantong parkir sebagai langkah antisipasi terhadap kemacetan yang mungkin terjadi di depan pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

Partogi Tamba menjelaskan lebih lanjut, “Kami telah mengoptimalkan kantong parkir (buffer zone) di rest area KM 49B, KM 20B, dan titik non-tol seperti Terminal Agribisnis Gayam dan Rumah Makan Gunung Jati, RM Tiga Saudara, dan Kantor Lama Balai Karantina.” Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di area utama pelabuhan.

Selain itu, ASDP juga mengoperasikan sebanyak 51 kapal besar untuk melayani para penumpang yang akan melakukan penyeberangan rute Bakauheni-Merak. “Sebagai antisipasi, ASDP Cabang Bakauheni telah menyiapkan 67 kapal, dengan 51 kapal dalam kondisi standby dan 16 kapal tidak siap operasi,” imbuhnya. Sebanyak 51 unit kapal feri disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan penyeberangan penumpang pejalan kaki, kendaraan pribadi, dan truk logistik selama masa angkutan libur panjang Nataru.

Sebelumnya, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, telah menyatakan bahwa 15 lintasan di bawah koordinasi 15 cabang pada 33 pelabuhan dipastikan dalam kondisi siap melayani penyeberangan periode Nataru. Langkah antisipasi yang disiapkan termasuk menghadapi dinamika cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, terutama lintasan yang menjadi urat nadi konektivitas antardaerah.

“ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dengan menempatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama pelayanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi cuaca ekstrem,” ujar Heru Widodo dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 15 Desember 2025.

Berdasarkan prediksi, jumlah penumpang yang akan diangkut mencapai 547 ribu orang, sementara kendaraan diperkirakan mencapai 868 ribu unit, meningkat 8,9 persen dari periode yang sama sebelumnya. Puncak kepadatan diperkirakan akan terjadi pada 23–24 Desember 2025.

Secara nasional, ASDP menyiapkan 222 kapal yang terdiri dari 135 kapal komersial dan 87 kapal perintis, untuk melayani 318 lintasan penyeberangan, termasuk 91 lintasan komersial dan 227 lintasan perintis. Perusahaan mengandalkan pemesanan tiket melalui aplikasi Ferizy agar penumpang tidak menumpuk di pelabuhan.

ASDP juga menyediakan fasilitas customer service 24 jam, pengoperasian layanan Express II di lintasan Merak–Bakauheni, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan kelistrikan pelabuhan. ASDP terus bekerja sama dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Indonesian National Ferryowners Association (INFA), Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Untuk memastikan kesiapan kapal, pengaturan lalu lintas kendaraan, serta respons cepat terhadap perubahan cuaca,” kata Heru Widodo.

Berikut adalah 15 lintasan prioritas yang berada di bawah koordinasi 15 cabang pada 33 pelabuhan yang dipastikan dalam kondisi siap layanan:

  1. Merak–Bakauheni
  2. Ketapang–Gilimanuk
  3. Jangkar–Lembar
  4. Kayangan–Pototano
  5. Tanjung Api-Api–Tanjung Kelian
  6. Telaga Punggur–Tanjung Uban
  7. Ajibata–Ambarita
  8. Nias–Sibolga
  9. Padangbai–Lembar
  10. Kariangau–Penajam
  11. Bajoe–Kolaka
  12. Bira–Pamatata
  13. Bitung–Ternate
  14. Hunimua–Waipirit
  15. Bolok–Rote