PemerintahRanah

Asosiasi Benih Keluhkan Jeratan Kredit, Industri Tertekan

163
×

Asosiasi Benih Keluhkan Jeratan Kredit, Industri Tertekan

Sebarkan artikel ini
asosiasi-ungkap-industri-benih-terganjal-kredit-berbunga-tinggi
Asosiasi Ungkap Industri Benih Terganjal Kredit Berbunga Tinggi

Jakarta – Industri perbenihan nasional terhambat masalah modal. Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) mengeluhkan sulitnya akses kredit berbunga rendah yang penting untuk pengembangan varietas tanaman baru.

Sekretaris Jenderal Asbenindo, Nana Laksana Ranu, menegaskan varietas unggul adalah kunci utama dalam industri benih.

“Varietas dihasilkan pemulia tanaman, dan merakitnya butuh dana besar. Sekarang masih pakai kredit komersial, ini berat,” kata Nana di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Asbenindo berharap pemerintah memberikan fasilitas kredit berbunga murah untuk meringankan beban biaya produksi.

Proses pengujian varietas sebelum dipasarkan juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Sementara itu, pemerintah mengakui regulasi perbenihan nasional sudah usang.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kuspri Setia Hadi, menyebut Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2025 belum diperbarui selama 20 tahun.

Kuspri menekankan pentingnya benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan kesejahteraan petani.

Pemerintah berjanji menampung usulan dari asosiasi benih, termasuk peluang kredit berbunga rendah atau masuk skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Perlu wadah yang menghasilkan kajian dan rekomendasi keabsahan yang adaptif dan responsif,” pungkas Kuspri.