Ranah

Astra Tunjuk Chatib Basri Jadi Komisaris Independen

94
×

Astra Tunjuk Chatib Basri Jadi Komisaris Independen

Share this article
astra-international-tunjuk-chatib-basri-jadi-komisaris
Astra International Tunjuk Chatib Basri jadi Komisaris

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra International Tbk. menetapkan Muhamad Chatib Basri sebagai komisaris independen perseroan. Dengan penunjukan itu, Chatib kini menjadi satu dari empat komisaris independen di Astra.

Presiden Direktur Astra Rudy menilai nama Chatib sudah sangat dikenal luas. “Ini enggak perlu dijelaskan lagi (nama Chatib Basri), semua mungkin semua udah tahu,” ujarnya dalam konferensi pers di Menara Astra, Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Penunjukan Chatib menambah deretan tokoh dengan pengalaman panjang di bidang ekonomi dan pemerintahan ke jajaran pengawas perusahaan. Ia pernah menjabat Staf Khusus Menteri Keuangan pada 2006-2010, Wakil Menteri Keuangan untuk G20 pada 2006-2010, serta Sherpa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2008.

Setelah itu, Chatib dipercaya menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional Presiden RI pada 2010-2012, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012-2013, dan Menteri Keuangan pada 2013-2014. Pada 5 November 2024, ia kembali masuk pemerintahan sebagai salah satu dari tujuh anggota Dewan Ekonomi Nasional.

Di sektor korporasi, Chatib juga memiliki rekam jejak yang kuat. Sejak Februari 2020, ia pernah menjabat Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan pada tahun yang sama menjadi Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk. Ia juga tercatat sebagai pemilik firma konsultan riset berbasis di Jakarta, CReco Research, serta aktif sebagai dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Latar pendidikan Chatib dimulai dari SD Trisula, Jakarta (1973-1979), dilanjutkan ke SMP Kanisius, Jakarta (1979-1982), dan SMA Kolese Kanisius (1982-1985). Usai menamatkan pendidikan menengah, ia berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1992, Master of Economic Development pada 1996, serta Doctor of Philosophy (Ph.D) di The Australian National University pada 2001.

Dengan susunan terbaru tersebut, jajaran Dewan Komisaris Astra International terdiri atas Prijono Sugiarto sebagai Presiden Komisaris; Sri Indrastuti Hadiputranto, Muliaman Darmansyah Hadad, Muhamad Chatib Basri, dan Pariya Tangtongpairoth sebagai Komisaris Independen; serta Anthony John Liddell Nightiangle, Stephen Patrick Gore, Lincoln Lin Feng Pan, dan Lee Liang Whye sebagai Komisaris.