Jakarta – Di tengah akselerasi transformasi digital dan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam alur kerja, standar laptop bisnis berubah signifikan. Para profesional modern, prosumer, hingga pemimpin perusahaan kini menuntut perangkat yang bukan hanya menjadi alat kerja, tetapi juga pusat produktivitas, pengolah data yang andal, serta gerbang integrasi AI yang mulus.
Kebutuhan tersebut menuntut laptop yang tetap ringkas untuk mobilitas tinggi, namun tidak mengorbankan performa. Menjawab tuntutan itu, ASUS menghadirkan ExpertBook Ultra, laptop flagship ultra-portabel yang dirancang untuk memadukan performa, daya tahan, estetika, dan pengalaman pengguna.
ASUS mengklaim perangkat ini layak disebut sebagai “The Flagship of the Industry. Period”, berkat kombinasi CPU generasi terbaru, GPU bertenaga, dan NPU canggih dalam satu platform komputasi AI heterogen. Perusahaan juga menyebut ExpertBook Ultra melampaui standar laptop flagship kompetitor dan berada jauh di atas para pesaingnya.
Melalui enam pilar utama, ASUS memosisikan ExpertBook Ultra sebagai penanda standar baru di industri laptop bisnis. Tiga fokus utamanya adalah portabilitas, ketahanan, dan desain premium untuk kebutuhan kerja modern.
Dari sisi portabilitas, ASUS menempatkan ExpertBook Ultra sebagai perangkat yang sangat ringan tetapi tetap tangguh. Laptop 14 inci ini memiliki bobot mulai 0,99 kg dan diklaim memiliki footprint terkecil di dunia.
Ketebalannya hanya 10,9 mm, sehingga mudah dibawa dalam tas jinjing maupun koper berukuran ramping. Ukuran bodinya, 309,1 mm x 208,7 mm, disebut lebih ringkas dibandingkan sejumlah rival di pasaran yang memiliki dimensi antara 312,8 mm x 214,7 mm hingga 313,7 mm x 217,2 mm.
Untuk menopang bodinya, ASUS menggunakan sasis yang dikerjakan dengan presisi CNC dari blok paduan magnesium-aluminium AZ31B kelas kedirgantaraan. Material yang juga digunakan dalam industri kedirgantaraan dan mobil Formula 1 itu diklaim 34 persen lebih ringan tanpa mengorbankan integritas struktural.
ASUS juga menerapkan proses Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) untuk menjaga tampilan akhir profesional Morn Grey atau Jet Fog tetap sempurna. Perlakuan permukaan elektrokimia tersebut menghasilkan lapisan oksida keras menyerupai keramik.






