Ranah

Banjir Rendam Wilayah, Ribuan Warga Mengungsi dan Terdampak

292
×

Banjir Rendam Wilayah, Ribuan Warga Mengungsi dan Terdampak

Share this article
sebanyak-27.138-jiwa-terdampak-banjir-,-80-unit-rumah-rusak-dan-60-meter-jalan-putus 
Sebanyak 27.138 Jiwa Terdampak Banjir , 80 Unit Rumah Rusak dan 60 Meter Jalan Putus 

Padang – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (24/11/2025) menyebabkan serangkaian bencana alam. Pemerintah Kota Padang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang mencatat 13 kejadian pohon tumbang, 6 tanah longsor, 18 banjir, dan 1 banjir bandang yang tersebar di 11 kecamatan.

Kerusakan meliputi 2 rumah rusak berat, 61 rusak sedang, dan 17 rusak ringan atau total 80 unit. Selain itu, 1 mushalla rusak berat, 2 petak sawah rusak berat akibat terendam dan terbawa arus.

Akses transportasi warga terganggu akibat jalan putus sepanjang 60 meter. Kerusakan juga menimpa 8 intake PDAM, menyebabkan 100.000 pelanggan tidak mendapat suplai air bersih.

Total masyarakat terdampak mencapai 27.138 jiwa atau 10.811 KK.

Status Tanggap Darurat Bencana berlaku selama 14 hari, mulai 25 November hingga 8 Desember 2025. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2008.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyoroti banjir bandang sebagai fenomena yang harus diwaspadai.

“Banjir bandang ini bukan kejadian biasa. Intensitas hujan ekstrem membuat debit air meningkat sangat cepat,” tegas Fadly saat memantau evakuasi.

Fadly mengimbau warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya,” tambahnya.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Damkar, Satpol PP, relawan, dan masyarakat terus melakukan evakuasi. Mereka juga membersihkan material longsor, memperbaiki akses jalan, dan menangani kebutuhan dasar warga.

Pemko Padang memastikan penyaluran logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dan kebutuhan mendesak lainnya berjalan lancar selama masa tanggap darurat.