Ranah

Bank DBS Indonesia Pacu Laba Wealth Management Melalui Inovasi Teknologi AI

44
×

Bank DBS Indonesia Pacu Laba Wealth Management Melalui Inovasi Teknologi AI

Sebarkan artikel ini
bank-dbs-indonesia-pacu-laba-wealth-management-melalui-inovasi-digital
Bank DBS Indonesia Pacu Laba Wealth Management Melalui Inovasi Digital

Jakarta – PT Bank DBS Indonesia mencatatkan lonjakan kinerja impresif pada layanan wealth management DBS Treasures hingga Mei 2026. Laba bersih setelah pajak (Net Profit After Tax/NPAT) perseroan melesat 289 persen secara tahunan, melampaui target anggaran perusahaan hingga 157 persen.

Pertumbuhan signifikan ini ditopang oleh perluasan basis nasabah yang mencapai 73 persen. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari penerapan strategi advisory-led yang mengombinasikan wawasan pasar global dengan teknologi kecerdasan buatan (machine learning). Integrasi teknologi ini memungkinkan personalisasi strategi kekayaan yang proaktif, yang diperkuat oleh pendampingan intensif dari Relationship Manager serta notifikasi digital yang presisi.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menekankan pentingnya adaptasi terhadap perilaku nasabah di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar global. “Situasi pasar saat ini menjadi perhatian utama kami. Kami berkomitmen menyajikan strategi wealth management yang relevan dengan pendekatan personal yang berpusat pada kebutuhan nasabah,” ujar Melfrida.

Kinerja gemilang ini turut mengantarkan DBS meraih pengakuan internasional. FinanceAsia menobatkan DBS sebagai Best Private Bank 2026, sementara Chief Investment Office (CIO) DBS menyabet predikat Best CIO in Asia dari The Asset Triple A. Penghargaan tersebut menjadi bukti kapabilitas bank dalam mengelola kekayaan lintas generasi.

Menyikapi kondisi ekonomi global, Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menyoroti urgensi diversifikasi portofolio di tengah inflasi yang masih melampaui target bank sentral Amerika Serikat. Pihaknya menerapkan strategi conviction-led dengan mempertahankan posisi overweight pada emas sebagai aset defensif.

“Tahun 2026 masih diwarnai volatilitas tinggi, namun peluang strategis tetap terbuka bagi investor jangka panjang. Kami menyediakan akses ke pasar emas global melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan minimum investasi Rp5 miliar untuk memperkuat ketahanan portofolio nasabah,” jelas Djoko.

Untuk menjaga konektivitas nasabah dengan peluang global, Bank DBS Indonesia mengoptimalkan aplikasi DBS digibank. Informasi pasar yang terkurasi disalurkan secara berkala melalui WhatsApp dan email, yang kemudian dapat didiskusikan langsung bersama Relationship Manager.

Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product PT Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana, menambahkan bahwa pihaknya juga fokus meningkatkan kapabilitas nasabah melalui program eksklusif seperti DBS Expert Connection dan DBS NextGen Excursion. Inisiatif ini membekali nasabah dengan wawasan mendalam mengenai inovasi disruptif, aset digital, hingga praktik bisnis berkelanjutan.

“Pendekatan kami diwujudkan melalui kampanye ‘Mitra Tepercaya untuk Setiap Tujuan Anda’. Kami terus menghadirkan solusi inovatif agar nasabah dapat menavigasi dinamika ekonomi dan mencapai tujuan finansial dengan penuh percaya diri,” tutup Natalina.