Mentawai – Sebanyak 107 warga Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, kini memiliki peluang baru untuk kembali produktif usai menjalani operasi katarak gratis.
Layanan medis krusial ini terlaksana berkat sinergi antara PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA dan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK PERDAMI) pada 19-20 Juli 2026.
Bagi seorang petani lokal bernama Pius Suraki, tindakan operasi ini menjadi titik balik penting dalam hidupnya.
Pius sebelumnya terpaksa membatasi aktivitas di ladang selama dua tahun akibat penglihatan yang kian kabur dan tidak akurat.
Kondisi matanya bahkan sempat memburuk setelah ia mencoba menempuh jalur pengobatan alternatif yang tidak membuahkan hasil.
Kini, pria tersebut menatap masa depan dengan lebih optimis setelah merasakan perubahan signifikan pada fungsi penglihatannya pascaoperasi.
“Sekarang sudah mulai terasa dampaknya sejak operasi ini,” ujar Pius penuh syukur.
Ia berharap pemulihan ini menjadi jalan baginya untuk kembali giat bekerja dan menata kehidupan keluarga dengan lebih baik.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa akses layanan kesehatan bermutu merupakan fondasi utama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pihaknya berkomitmen untuk terus menyokong pemulihan penglihatan agar masyarakat di pelosok dapat kembali berkarya secara optimal.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kebutaan akibat katarak yang mencapai 600 hingga 650 ribu kasus sepanjang 2025 menurut data Kementerian Kesehatan RI.
Keterbatasan jangkauan layanan medis di wilayah terpencil menjadi dorongan utama bagi BCA untuk memperluas jangkauan program sosial ini.
Inisiatif Bakti Sosial Operasi Katarak BCA sendiri merupakan agenda berkelanjutan yang konsisten dijalankan sejak tahun 2001.
Hingga penghujung Desember 2025, program ini telah berhasil memulihkan penglihatan 9.956 pasien melalui 104 kegiatan di seluruh penjuru Indonesia.
Selain tindakan bedah, BCA secara konsisten menyuplai instrumen medis mutakhir seperti mikroskop bagi jaringan SPBK PERDAMI sejak tahun 2014.
Seluruh rangkaian aksi kemanusiaan ini mencerminkan dedikasi perusahaan dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang terkendala akses kesehatan.






