PeristiwaRanah

BIM Layani 47 Pergerakan Pesawat Domestik dan Internasional

160
×

BIM Layani 47 Pergerakan Pesawat Domestik dan Internasional

Sebarkan artikel ini
bandara-minangkabau-sambut-puluhan-penerbangan,-arus-penumpang-meningkat-signifikan
Bandara Minangkabau Sambut Puluhan Penerbangan, Arus Penumpang Meningkat Signifikan

Pariaman – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melayani 47 pergerakan pesawat pada Rabu, 15 April 2026. Aktivitas tersebut mencakup 24 jadwal kedatangan dan 23 jadwal keberangkatan penumpang.

Branch Communication & CSR Department Head BIM, Feni Lindriany, menyatakan bahwa rute Jakarta-Padang masih menjadi jalur dengan frekuensi tertinggi. Rute ini dilayani oleh sejumlah maskapai, yakni Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air, Super Air Jet, dan Pelita Air.

Selain rute domestik utama, BIM juga melayani penerbangan ke berbagai destinasi lain seperti Batam, Medan, Mukomuko, dan Gunung Sitoli. Sementara untuk rute internasional, penerbangan menuju Kuala Lumpur dan Singapura tetap beroperasi normal sesuai jadwal.

“Mayoritas masih didominasi rute Jakarta, sementara penerbangan internasional ke Kuala Lumpur dan Singapura juga berjalan normal sesuai jadwal,” ujar Feni, Rabu (15/4/2026).

Berdasarkan data operasional, penerbangan pertama yang tiba di BIM adalah Air Asia AK 403 dari Kuala Lumpur pada pukul 07.30 WIB. Adapun penerbangan terakhir yang tiba adalah Super Air Jet IU 863 dari Medan pada pukul 20.40 WIB.

Untuk arus keberangkatan, pesawat pertama yang lepas landas adalah Lion Air JT 353 menuju Jakarta pada pukul 06.05 WIB. Sedangkan penerbangan terakhir menuju Jakarta dilayani oleh Citilink Indonesia QG 955 pada pukul 20.05 WIB.

Feni menegaskan, pengelola bandara terus berkoordinasi dengan seluruh maskapai dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional serta mengoptimalkan pelayanan penumpang, mulai dari proses check-in hingga aspek keamanan.

Tingginya frekuensi penerbangan ini mempertegas posisi BIM sebagai pintu gerbang utama mobilitas masyarakat di Sumatera Barat, baik untuk perjalanan domestik menuju ibu kota maupun rute internasional ke negara tetangga.