Malang – BINUS UNIVERSITY kembali menggelar wisuda ke-73 di Grand Mercure Mirama, Malang. Sebanyak 398 wisudawan BINUS @Malang resmi dikukuhkan.
Acara ini menegaskan posisi kampus sebagai Digital Technopreneur Campus yang progresif.
Wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan momentum BINUS @Malang melahirkan talenta digital yang siap bersaing di kancah global.
Fakta menariknya, 85,93% lulusan sudah mendapatkan pekerjaan sebelum hari wisuda tiba.
Dari jumlah tersebut, 15,58% berkarier di perusahaan global, 13,82% di perusahaan non-global, dan 2,76% di startup.
Lebih dari separuh lulusan (51,76%) memilih untuk berwirausaha digital, menunjukkan kuatnya DNA technopreneur yang tertanam. Sementara itu, 2,01% lainnya memutuskan untuk melanjutkan studi.
BINUS @Malang memang fokus pada teknologi, inovasi, dan kewirausahaan digital. Kurikulum dirancang sedemikian rupa agar mahasiswa menguasai keterampilan teknis, bisnis digital, serta pemahaman global.
Pendekatan yang diterapkan meliputi industry-based learning, proyek kolaboratif lintas disiplin, global learning & study abroad, international exposure classes, serta kolaborasi dengan universitas dan industri internasional.
Ekosistem digital yang dibangun ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk berkreasi dan menciptakan solusi nyata.
“Wisuda ini bukan hanya perayaan, tetapi penegasan potensi Binusian sebagai agen perubahan,” ujar Rektor BINUS UNIVERSITY, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA.
Ia meyakini bahwa para lulusan mampu beradaptasi dengan perkembangan pesat di industri digital.
Campus Director BINUS @Malang, Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M., menambahkan bahwa pendidikan di BINUS membentuk karakter dan kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia.
“Kami percaya lulusan BINUS @Malang kompeten, berintegritas, peduli, dan ingin memberikan manfaat,” katanya.
Aurelia Bianca Hanjaya, salah satu lulusan, mengungkapkan pengalamannya di BINUS @Malang telah membentuk dirinya sebagai seorang profesional digital.
“Kuliah bukan hanya membekali saya sebagai digital technopreneur, tetapi juga membuka kesempatan internasional. Saya bersyukur sudah bekerja bahkan sebelum wisuda,” ujarnya.






