Ranah

BMKG Minangkabau Diminta Tingkatkan Kecepatan Diseminasi Informasi Cuaca

282
×

BMKG Minangkabau Diminta Tingkatkan Kecepatan Diseminasi Informasi Cuaca

Sebarkan artikel ini
datangi-bmkg-minangkabau,-minta-informasi-cuaca-ekstrem-bmkg-disampaikan-cepat
Datangi BMKG Minangkabau, Minta Informasi Cuaca Ekstrem BMKG Disampaikan Cepat

Padang Pariaman – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, datangi Kantor BMKG Bandara Internasional Minangkabau, Senin (24/11/2025). Tujuannya? Memastikan akurasi informasi cuaca.

Langkah ini diambil untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.

Wagub Vasko menerima paparan terkait dinamika atmosfer, potensi hujan lebat, serta kecepatan angin. Informasi cuaca yang cepat sampai ke pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan bencana menjadi perhatian utama.

“Dalam situasi cuaca yang dinamis seperti saat ini, kecepatan informasi adalah kunci,” tegas Vasko.

Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu menerima data real-time, dan masyarakat harus mendapatkan peringatan dini untuk meminimalisir risiko.

Vasko meminta BMKG memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dishub, serta kepala daerah terkait potensi cuaca ekstrem yang berdampak pada banjir, longsor, dan transportasi.

“Kita ingin memastikan semua instansi bekerja dalam satu frekuensi. Tidak boleh ada data yang terlambat atau tidak tersampaikan,” ujarnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, memastikan pihaknya terus memantau kondisi atmosfer secara berkala. BMKG akan memperbarui peringatan dini sesuai perkembangan terbaru.

Berdasarkan pemantauan BMKG, cuaca ekstrem di Sumbar diprediksi berlangsung hingga 27 November. Intensitasnya mulai menurun, meskipun potensi hujan lebat tetap ada di sejumlah wilayah.

“Kendati intensitasnya sudah mulai menurun, masyarakat harus tetap waspada,” kata Desindra.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan upaya mitigasi tetap berjalan. Koordinasi antar instansi teknis diperkuat agar informasi cuaca dapat diterima masyarakat dengan cepat.

Upaya ini diharapkan dapat menekan risiko bencana selama periode cuaca ekstrem. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan.

Setelah berkoordinasi dengan BMKG, Wagub melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, untuk meninjau masyarakat terdampak banjir.