Ranah

BPOM Lepas Ekspor Rempah ke AS, Kontaminasi Tuntas

215
×

BPOM Lepas Ekspor Rempah ke AS, Kontaminasi Tuntas

Sebarkan artikel ini
bpom-lepas-ekspor-174-ton-rempah-bebas-cesium-137-ke-amerika
BPOM Lepas Ekspor 174 Ton Rempah Bebas Cesium-137 ke Amerika

Surabaya – Kabar gembira untuk para eksportir! Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi melepas 174 ton rempah-rempah untuk diekspor ke Amerika Serikat.

Kepastian ini menepis kekhawatiran kontaminasi isotop radioaktif cesium-137 (Cs-137) pada produk ekspor tersebut.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan rempah-rempah yang diekspor berasal dari perusahaan yang sebelumnya masuk daftar “yellow” atau “red list” otoritas Amerika Serikat.

Status itu diberikan karena dugaan kontaminasi Cs-137.

Namun, kini otoritas Amerika Serikat telah menyetujui sertifikasi bebas Cs-137 dari BPOM untuk produk rempah Indonesia yang akan diekspor.

BPOM bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerbitkan sertifikat tersebut.

“Selain Bapeten, teknis ahlinya juga ada di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kami berkoordinasi dengan dua lembaga ini. Selanjutnya, BPOM mengesahkannya dengan menerbitkan sertifikat,” kata Ikrar.

Produk yang diekspor meliputi cengkeh dan kayu manis. Pelepasan ekspor dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Ikrar menambahkan, masalah kontaminasi Cs-137 sempat mengancam ekspor pangan Indonesia yang mencapai Rp 500 triliun per tahun.

“Kita sudah clear, produk-produk bisa dikirim kembali ke Amerika Serikat, berarti kita bisa kirim juga ke seluruh dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak melarang total ekspor, melainkan memperketat pengawasan.

Bara juga memastikan sumber kontaminasi cesium-137 di kawasan industri Cikande telah ditangani secara tuntas.

Pemerintah berharap pengetatan pengawasan tersebut dapat segera dicabut, sehingga ekspor dapat kembali berjalan normal.