Sabang – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) membantah telah mengeluarkan izin impor 250 ton beras ke Sabang, Aceh. Penegasan ini muncul di tengah polemik dugaan impor ilegal beras yang masuk melalui wilayah tersebut.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, memastikan stok beras pemerintah di Bulog Kantor Wilayah Aceh mencukupi.
“Jumlah tersebut mencukupi kebutuhan Aceh hingga awal tahun 2026, sehingga tidak ada urgensi untuk melakukan impor beras,” kata Tatang dalam keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).
Tatang menjelaskan, Kemenko Pangan tidak menyetujui adanya impor beras dalam rapat koordinasi teknis jajaran eselon I pada 14 November 2025.
Rapat tersebut justru membahas langkah mitigasi dan antisipasi terkait pergerakan beras impor yang terdeteksi akan masuk.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut 250 ton beras impor yang masuk melalui Sabang adalah ilegal.
Amran menduga ada kejanggalan dalam proses impor tersebut, karena izin impor dari Thailand terbit sebelum rapat yang menolak impor.
“Kami tegaskan bahwa beras tersebut telah disegel dan kami minta aparat untuk menelusuri siapa saja pelaku yang terlibat,” tegas Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Minggu (23/11/2025).
Mentan memperkirakan stok beras nasional hingga awal 2026 mencapai 12,89 juta ton.
Proyeksi neraca pangan Provinsi Aceh menunjukkan surplus beras 871,4 ribu ton dengan ketersediaan 1,53 juta ton.
Untuk Sabang sendiri, surplus beras mencapai 970 ton dengan ketersediaan 5.911 ton.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras tahun ini mencapai 34,7 juta ton, dengan cadangan beras pemerintah di gudang Bulog mencapai 3,8 juta ton.






