Ranah

Bulog Percepat Operasi Pasar Tekan Harga Minyakita dan Beras

142
×

Bulog Percepat Operasi Pasar Tekan Harga Minyakita dan Beras

Sebarkan artikel ini
minyakita-langka,-bulog-segera-operasi-pasar
Minyakita Langka, Bulog Segera Operasi Pasar

Jakarta – Perum Bulog memerintahkan seluruh jajaran di daerah untuk segera menggelar operasi pasar guna menekan harga MinyaKita agar kembali ke Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng di berbagai wilayah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa operasi pasar tidak hanya menyasar MinyaKita, tetapi juga komoditas beras. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras tercatat menjadi penyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.

“Kami sudah menekankan kepada seluruh jajaran di daerah untuk melaksanakan operasi pasar, baik untuk beras maupun MinyaKita,” ujar Rizal usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Rizal menjelaskan, kebijakan tersebut diputuskan setelah Bulog menggelar rapat evaluasi nasional secara daring. Pertemuan itu bertujuan memetakan kondisi harga pangan sekaligus mengidentifikasi penyebab kenaikan harga di tingkat pasar.

Khusus untuk MinyaKita, Bulog memprioritaskan pelaksanaan operasi pasar di wilayah DKI Jakarta dalam satu hingga dua hari ke depan. Langkah ini dilakukan untuk meredam kepanikan masyarakat dan memastikan distribusi kembali berjalan normal.

Ia menegaskan, upaya stabilisasi harga pangan ini merupakan komitmen Bulog dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Bulog juga telah aktif menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan, termasuk periode Natal, Tahun Baru, serta Ramadan dan Idul Fitri.Jakarta – Perum Bulog memerintahkan seluruh jajaran di daerah untuk segera menggelar operasi pasar guna menekan harga MinyaKita agar kembali ke Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan lonjakan harga di berbagai wilayah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa operasi pasar tidak hanya menyasar MinyaKita, tetapi juga komoditas beras. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras tercatat menjadi salah satu penyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.

“Kami sudah menekankan kepada seluruh jajaran di daerah untuk melaksanakan operasi pasar, baik untuk beras maupun MinyaKita,” ujar Rizal di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Kebijakan ini diputuskan setelah Bulog melakukan rapat evaluasi nasional secara daring untuk memetakan kondisi harga pangan dan mengidentifikasi penyebab kenaikan harga di tingkat pasar.

Khusus untuk MinyaKita, Bulog memprioritaskan pelaksanaan operasi pasar di wilayah DKI Jakarta dalam satu hingga dua hari