PemerintahanRanah

Bupati Agam Pimpin Upacara dan Ziarah Peringati HUT Perang Kamang

49
×

Bupati Agam Pimpin Upacara dan Ziarah Peringati HUT Perang Kamang

Sebarkan artikel ini
hut-perang-kamang-ke-118-berlangsung-haru-dan-khidmat
HUT Perang Kamang ke-118 Berlangsung Haru dan Khidmat

Agam – Pemerintah Kabupaten Agam menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-118 Perang Kamang di halaman Kantor Camat Kamang Magek, Senin (25/6). Momentum ini menjadi refleksi mendalam bagi generasi penerus untuk mengenang pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan dalam melawan kolonialisme demi menjaga martabat bangsa.

Bupati Agam, H. Benni Warlis, memimpin langsung jalannya upacara yang dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta perwakilan elemen pendidikan. Dalam amanatnya, Benni menekankan pentingnya merawat nilai-nilai luhur yang diwariskan dari peristiwa Perang Kamang dan Perang Manggopoh.

“Peristiwa ini menyimpan hikmah luar biasa. Perang Kamang membuktikan kekuatan persatuan antara ulama dan masyarakat dalam menumpas penjajah. Sementara Perang Manggopoh menjadi bukti nyata peran perempuan dalam memperjuangkan emansipasi dan martabat bangsa,” ungkap Benni.

Sejarah mencatat, perlawanan rakyat Agam meletus pada pertengahan Juni 1908 sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pajak tanah yang diberlakukan pemerintah kolonial Belanda. Di wilayah Timur, perlawanan digerakkan oleh tokoh-tokoh kharismatik seperti H. Abdul Manan dan Tuanku Nan Renceh. Sementara itu, di wilayah Barat, perjuangan dipimpin oleh sosok srikandi pemberani, Mandeh Siti.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pejuang, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan ziarah ke sejumlah makam pahlawan. Bupati Benni Warlis memimpin prosesi tabur bunga dan doa bersama di makam H. Jobang di Nagari Pauah Kamang Mudiak, serta makam H. Abdul Manan dan Tuanku Nan Renceh di Nagari Kamang Tangah VI Suku.

Ziarah serupa juga dilaksanakan di makam M. Soleh Dt. Rajo Penghulu di Limo Kampuang, Nagari Kamang Hilia, dan makam M. Yusuf Dt. Parpatiah di Jorong Lutah, Nagari Magek. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga memori kolektif masyarakat terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan di tanah Agam.