EkonomiRanah

Celios Dorong Pemerintah Benahi Hulu Sektor Peternakan

282
×

Celios Dorong Pemerintah Benahi Hulu Sektor Peternakan

Share this article
celios-dorong-pemerintah-fokus-perbaiki-hulu-sektor-peternakan
Celios Dorong Pemerintah Fokus Perbaiki Hulu Sektor Peternakan

Jakarta – Center of Economic and Law Studies (Celios) menyoroti kesulitan peternak ayam dalam mengakses pakan dan vaksin yang terjangkau. Celios mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi ini.

Direktur Eksekutif Celios, Nailul Huda, menekankan pentingnya evaluasi untuk mengetahui penyebab keuntungan hanya dinikmati perusahaan besar.

Pernyataan ini disampaikan Nailul sebagai respons terhadap rencana Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk mendirikan 30 pabrik pakan.

Tujuan pembangunan pabrik ini adalah mendukung ekosistem peternakan rakyat dari sisi hulu, menjaga stabilitas harga pakan, vaksin, dan obat-obatan. Pemerintah ingin menjamin keberlanjutan usaha 3,7 juta peternak di seluruh Indonesia.

Nailul menilai evaluasi rantai pasok krusial untuk mengatasi masalah akses kebutuhan peternakan.

Menurutnya, perusahaan swasta menguasai rantai pasok, mulai dari pakan hingga obat-obatan, sehingga mereka menjadi penentu harga.

Akibatnya, peternak kecil yang tidak memiliki kekuatan negosiasi menjadi penerima harga (price taker).

Nailul menyarankan pemerintah mengevaluasi rantai pasok peternakan, misalnya dengan mengurangi masalah terbatasnya produsen day old chicken (DOC). Ia menduga keterbatasan ini terkait dengan pengadaan grandparents stock (GS) melalui impor.

Ia juga menyarankan agar pemerintah melibatkan perusahaan swasta untuk membangun iklim usaha yang sehat.

“Hadirnya BUMN atau perwakilan pemerintah bisa jadi hanya menambah pemain saja tanpa memperbaiki permasalahan sebenarnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan pembangunan tahap awal pabrik pakan peternakan ayam di Pulau Jawa, Lampung, hingga Kalimantan.

“Rencana pemerintah bangun peternakan ayam, itu supaya peternak dan petani terjamin,” kata Amran.

Pembangunan fasilitas di luar Pulau Jawa diharapkan mewujudkan kemandirian pakan ternak yang merata. Tahap awal akan dibangun 12 pabrik pakan dengan biaya Rp 20 triliun, yang bersumber dari Badan Pengelola Investasi Danantara.

Pabrik tersebut nantinya akan memproduksi pakan ternak, obat-obatan, vaksin, hingga anak ayam (DOC) dengan harga terjangkau.