Ranah

Celios Hitung: Banjir Sumatera Lumpuhkan Ekonomi Nasional

300
×

Celios Hitung: Banjir Sumatera Lumpuhkan Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
celios-prediksi-kerugian-ekonomi-imbas-banjir-sumatera-capai-rp-68,67-triliun
Celios Prediksi Kerugian Ekonomi Imbas Banjir Sumatera Capai Rp 68,67 Triliun

Jakarta – Kerugian ekonomi akibat banjir yang melanda Sumatera diperkirakan mencapai Rp 68,67 triliun. Angka ini diungkapkan oleh Center of Economics and Law Studies (Celios).

Banjir yang menerjang tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian regional dan nasional.

Celios menyebutkan kerugian tersebut meliputi kerusakan rumah warga, infrastruktur seperti jalan dan jembatan, serta hilangnya hasil produksi pertanian.

“Secara nasional, terjadi dampak penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 68,67 triliun atau setara dengan 0,29 persen,” tulis Celios dalam publikasinya berjudul Dampak Kerugian Ekonomi Bencana Banjir Sumatera, dikutip 3 Desember 2025.

Ekonom Celios, Nailul Huda, menjelaskan dampak langsung dari bencana ini adalah terganggunya sektor ekonomi. Contohnya, lahan padi yang hanyut dan penurunan aktivitas perdagangan.

Dampak tidak langsungnya adalah terhambatnya arus barang konsumsi dan industri.

“Barang-barang dari Jawa Barat tidak bisa masuk ke Sumbar karena akses tertutup,” jelas Huda.

Berkurangnya pasokan cabai dari Sumatera Barat ke Riau juga berpotensi memicu kenaikan harga di Riau.

“Semuanya saling berkaitan. Maka bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut mempunyai efek terhadap perekonomian nasional,” tegas Huda.

Celios menghitung konsekuensi negatif ekonomi ini berdasarkan lima jenis kerugian utama.

Pertama, kerusakan rumah dengan perkiraan kerugian Rp 30 juta per rumah. Kedua, kerusakan jembatan dengan biaya pembangunan kembali Rp 1 miliar per jembatan.

Ketiga, kerugian pendapatan keluarga dihitung berdasarkan pendapatan rata-rata harian masing-masing provinsi dikalikan dengan 20 hari kerja.

Keempat, kerugian lahan sawah dengan kehilangan Rp 6.500 per kilogram dengan asumsi per hektare menghasilkan 7 ton.

Terakhir, perbaikan jalan diperkirakan mencapai Rp 100 juta per 1.000 meter.