Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari ChatGPT. Platform kecerdasan buatan (AI) yang selama tiga tahun terakhir dikenal bebas iklan, dikabarkan akan segera menampilkan iklan.
Bocoran terbaru mengindikasikan perubahan signifikan dalam model bisnis layanan publik ini.
Informasi ini mencuat setelah seorang insinyur dan pembocor fitur AI, Tibor Blaho, menemukan kode “ads features,” “search ad,” dan “search ads carousel” dalam versi beta aplikasi ChatGPT untuk Android.
Temuan ini diunggah Blaho di platform X.
Bocoran ini mengisyaratkan bahwa OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, sedang mempersiapkan sistem periklanan di dalam aplikasi mereka.
Meski temuan ini berasal dari aplikasi Android, ada kemungkinan besar fitur iklan akan diperluas ke platform lain seperti iOS dan desktop jika OpenAI benar-benar meluncurkannya.
Saat ini, informasi ini masih sebatas rumor dan belum ada konfirmasi resmi dari OpenAI.
Namun, kode aplikasi menunjukkan bahwa iklan mungkin hanya akan muncul dalam fungsi pencarian, khususnya dalam fitur baru “Shopping Research” yang memberikan rekomendasi produk terkait belanja.
Kemungkinan lain, penambahan iklan bisa menjadi bagian dari strategi penataan ulang paket berlangganan ChatGPT.
Pengguna gratis saat ini memiliki batasan dalam penggunaan dan fitur.
Dengan menambahkan iklan pada paket gratis, OpenAI dapat meningkatkan pendapatan sambil tetap menawarkan pengalaman bebas iklan bagi pengguna berbayar.
CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya memiliki pandangan tegas terhadap periklanan, menganggapnya sebagai langkah terakhir.
Hal ini sejalan dengan prinsip awal OpenAI yang menolak model bisnis berbasis iklan.
Namun, pandangan Altman mulai berubah.
Dalam beberapa bulan terakhir, ia mengakui bahwa cara Instagram menampilkan iklan telah memengaruhi pendapatnya.
Ia bahkan menyebut kemungkinan OpenAI membuat “product ad yang keren” yang akan menjadi “keuntungan bersih bagi pengguna.”
Perubahan pandangan ini muncul seiring dengan tantangan besar yang dihadapi industri AI, yaitu biaya operasional yang tinggi.
Model AI seperti GPT membutuhkan server, energi, dan sumber daya yang mahal.
Seiring transformasi OpenAI dari organisasi riset menjadi perusahaan bisnis, kebutuhan untuk mencari sumber pendapatan baru menjadi semakin mendesak.
Saat ini, sebagian besar pendapatan OpenAI berasal dari pelanggan berbayar.
Namun, jutaan pengguna paket gratis merupakan pasar besar yang belum dimanfaatkan.
Dengan memperkenalkan iklan, OpenAI berpotensi meningkatkan pendapatan secara signifikan tanpa menaikkan harga layanan.






