Jakarta – Dua perusahaan asal Cina ditunjuk oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mengoperasikan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar. Langkah ini menandai kemajuan signifikan dalam pengelolaan sampah terpadu di Indonesia.
Wangneng Environment Co., Ltd akan bertanggung jawab atas operasional PSEL di Bekasi.
Sementara Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd akan mengelola fasilitas serupa di Denpasar.
Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, menegaskan bahwa kedua perusahaan wajib bermitra dengan BUMD atau perusahaan lokal.
Kemitraan ini bertujuan untuk transfer teknologi dan keberlanjutan operasional.
“Mitra operator terpilih diharapkan menjaga kinerja operasional yang konsisten, mematuhi ketentuan, dan mendorong keterlibatan masyarakat,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).
Kedua perusahaan tersebut berhasil melewati seleksi ketat dari 24 calon Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL).
Proses seleksi yang dimulai sejak 2025 menarik minat 200 peserta.
Pandu menambahkan, penunjukan ini adalah langkah penting dalam pengelolaan sampah menjadi energi dengan standar tinggi.
Danantara berkomitmen mendorong solusi pengelolaan sampah terpadu yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami akan terus bekerja sama dengan mitra, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk mencapai kemajuan dalam pengurangan sampah dan pembangkitan energi bersih,” pungkasnya.






