EkonomiRanah

Delegasi Malaysia Jajaki Peluang Investasi di Sumatera Barat

217
×

Delegasi Malaysia Jajaki Peluang Investasi di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
sumbar-dan-malaysia-perkuat-kolaborasi-ekonomi-lewat-diplomasi-rendang
Sumbar dan Malaysia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Lewat Diplomasi Rendang

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendorong kerja sama dengan Malaysia untuk memperluas pasar rendang ke kancah internasional. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah.

Dorongan itu disampaikan saat menyambut rombongan Lawatan Muhibbah dan Madani Roadshow di Istana Gubernuran Sumbar, Senin (10/11/2025). Delegasi tersebut terdiri dari Malaysia Madani, Persatuan Cendekiawan Minang Malaysia (PCMM), Wadah Pencerdasan Umat Malaysia (WADAH), dan Kolej Dar El Hikmah.

Mahyeldi menyambut baik kunjungan delegasi Malaysia. Ia menilai, kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan antara Sumbar dan Malaysia.

“Kunjungan ini sangat strategis karena membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Sumatera Barat dan Malaysia, terutama di bidang kuliner,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, rendang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Apalagi, CNN pernah menobatkan rendang sebagai makanan terenak di dunia.

“Berita dari CNN membuka peluang besar bagi pengusaha rendang Sumbar memperluas pasar hingga ke mancanegara,” lanjutnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar telah membentuk Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (HIPERMI) untuk menaungi para pelaku usaha rendang. Tujuannya, agar mereka terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan memperluas pasar.

HIPERMI juga mendorong digitalisasi usaha serta membangun jaringan pemasaran ke luar negeri.

Mahyeldi berharap, kunjungan delegasi Malaysia menjadi langkah bersama untuk memperkuat posisi rendang di tingkat global.

“Kita ingin rendang semakin dikenal dunia, dan kolaborasi dengan Malaysia akan mempercepat langkah ke arah itu,” ujarnya.

Pemprov Sumbar berkomitmen mendukung pengembangan UMKM dan industri kuliner. Dukungan diberikan melalui sertifikasi produk, pelatihan kualitas dan kemasan, promosi di berbagai negara, serta subsidi bunga pembiayaan melalui Bank Nagari.

“Alhamdulillah, Bank Nagari siap memberikan dukungan penuh bagi penguatan usaha rendang yang dikelola HIPERMI,” kata Mahyeldi.

HIPERMI sendiri telah mengekspor bumbu rendang ke Jerman sebanyak dua ton dalam tiga tahun terakhir dan ke Australia sebanyak 300 kilogram. Saat ini, HIPERMI juga menjajaki pengiriman melalui jalur laut dan bekerja sama dengan BPKH untuk penyediaan rendang bagi jamaah haji dan umrah di Arab Saudi.

Mahyeldi menyebut, rendang memiliki 78 varian rasa dari empat bahan utama: daging sapi atau kerbau, unggas, tumbuhan, dan hasil laut. Keragaman itu menunjukkan daya saing kuliner Minangkabau di pasar global.

Selain kuliner, ia juga mendorong kerja sama lintas sektor seperti gambir, kopi, kakao, peternakan, sulaman, bordir, dan pariwisata.

“Semoga kerja sama hari ini membawa manfaat besar bagi pengusaha rendang, UMKM, dan masyarakat di kedua daerah,” harapnya.

Ketua Panitia Rafdinal menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Sumbar. Ia menyebut, acara ini sebagai wadah penting untuk memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antara Sumbar dan Malaysia.

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang diharapkan mampu memperkuat kerja sama ekonomi dan sosial masyarakat,” ujar Rafdinal.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dari Malaysia dan Indonesia.