Jakarta – Komisi XIII DPR RI memberikan masukan kepada PSSI terkait rencana naturalisasi pemain sepak bola secara besar-besaran.
Anggota Komisi XIII dari Fraksi PAN, Arizal Azis, menyatakan keprihatinannya atas dampak jangka panjang naturalisasi yang berlebihan.
“Kami mengapresiasi upaya PSSI untuk jangka pendek, terutama menjelang Piala Dunia,” ujar Arizal.
“Namun, untuk jangka menengah dan panjang, perlu ada evaluasi dan pembatasan kuota pemain naturalisasi.”
Menurut Arizal, naturalisasi yang terlalu masif dapat mengurangi kesempatan bermain bagi pemain lokal.
“Kami meminta PSSI membuat regulasi yang jelas, seperti 50 persen naturalisasi dan 50 persen lokal, atau 40-60 persen,” katanya.
Arizal juga mengkritik kompetisi sepak bola yang digelar PSSI. Ia menilai kompetisi tersebut tidak efektif dalam menjaring pemain berbakat untuk tim nasional.
“Kompetisi ini tidak dimaksudkan untuk mencetak pemain nasional,” tegasnya.
Arizal, yang merupakan mantan pemain sepak bola, mendirikan akademi sepak bola di Sumatera Barat. Ia berharap akademi tersebut dapat menampung bakat muda dan menyelamatkan anak-anak dari pergaulan bebas.
“Saya tidak hanya bicara, tapi juga berbuat,” kata Arizal.
“Saya dirikan akademi sepak bola berbasis pesantren di kampung halaman saya. Semoga ini menjadi kontribusi positif untuk mencetak pemain masa depan Indonesia.”






