Ranah

DPR dan Pakar Soroti Risiko Penggunaan Galon Melebihi Batas Usia

4
×

DPR dan Pakar Soroti Risiko Penggunaan Galon Melebihi Batas Usia

Sebarkan artikel ini
plastik-polikarbonat-bisa-menurun-kualitasnya?-ini-penjelasan-ilmiahnya
Plastik Polikarbonat Bisa Menurun Kualitasnya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jakarta – Mayoritas galon air minum guna ulang yang beredar luas di tengah masyarakat saat ini disinyalir telah melewati batas aman usia pemakaian.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, membongkar fakta mengkhawatirkan tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama BPOM dan BPKN.

Data lapangan menunjukkan sebanyak 57 persen galon yang beredar telah melampaui masa pakai idealnya.

Bahkan, ditemukan sejumlah galon yang masih aktif digunakan meski sudah berusia antara 13 hingga 20 tahun.

Ketiadaan regulasi ketat mengenai batas usia edar kemasan menjadi celah yang memicu kekhawatiran publik.

Material polikarbonat pada galon diketahui mengalami degradasi kualitas secara ilmiah seiring berjalannya waktu.

Faktor utama kerusakan material meliputi proses distribusi panjang, aktivitas pencucian berulang, benturan fisik, hingga paparan suhu ekstrem.

Indikator keausan tersebut terlihat jelas pada permukaan galon yang mulai kusam, buram, serta dipenuhi goresan halus.

Ahli polimer Universitas Indonesia, Profesor Mochamad Chalid, menekankan urgensi pembatasan durasi penggunaan galon guna ulang.

Ia merekomendasikan batas maksimal pemakaian galon hanya sebanyak 40 kali siklus pengisian atau setara dengan satu tahun penggunaan.

“Lebih dari itu, risiko migrasi BPA akan makin tinggi,” tegasnya.

Degradasi plastik akibat usia pakai meningkatkan potensi migrasi senyawa Bisphenol A (BPA) ke dalam air minum.

Novita mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan aturan perlindungan konsumen demi mengantisipasi dampak buruk penurunan kualitas kemasan.

Kehadiran regulasi yang tegas dianggap krusial guna menghentikan sirkulasi galon yang sudah tidak layak pakai di pasar.