Ranah

Ekspor Komponen Motor Melesat, Domestik Stabil di Januari

142
×

Ekspor Komponen Motor Melesat, Domestik Stabil di Januari

Sebarkan artikel ini
penjualan-sepeda-motor-januari-2026-capai-577-ribu-unit
Penjualan Sepeda Motor Januari 2026 Capai 577 Ribu Unit

Jakarta – Industri sepeda motor Indonesia mengawali tahun 2026 dengan catatan positif, terutama di sektor ekspor. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan peningkatan signifikan pada ekspor komponen.

AISI mencatat ekspor komponen sepeda motor mencapai 12.475.225 unit pada Januari 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 8.922.483 unit.

Sementara itu, penjualan domestik tercatat 577.763 unit pada Januari 2026.

Angka ini sedikit di bawah capaian Januari 2024 yang membukukan 592.658 unit. Namun, lebih tinggi dari Januari 2025 yang hanya 560.301 unit.

Untuk ekspor CBU (Completely Built Up), AISI mencatat 52.924 unit.

Sedangkan ekspor CKD (Completely Knocked Down) mencapai 673.703 unit. Data ini dirilis AISI pada Sabtu (14/2/2026).

Ekspor CBU mengalami kenaikan dibandingkan Januari 2025 yang mencatatkan 40.878 unit.

Namun, ekspor CKD sedikit mengalami penurunan dari 674.701 unit.

Secara kumulatif, ekspor CBU pada tahun 2025 mencapai 544.133 unit, CKD 8.139.894 unit, dan komponen 138.455.487 unit.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyampaikan optimisme terhadap potensi pertumbuhan pasar sepeda motor dalam negeri.

Meski demikian, ia mewaspadai sejumlah tantangan ekonomi yang berpotensi menghambat pertumbuhan.

Pemberlakuan opsen atau pajak tambahan oleh beberapa pemerintah daerah menjadi perhatian utama.

“Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” kata Sigit.

Faktor geopolitik global, harga komoditas, dan kondisi cuaca juga berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat.

AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik pada tahun 2026 akan stabil di angka 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

Dukungan dari lembaga pembiayaan diharapkan dapat mendorong penjualan dan mengantisipasi potensi pelemahan daya beli masyarakat.