Ranah

ESDM Genjot Produksi Migas Blok Rokan Pasca Insiden

154
×

ESDM Genjot Produksi Migas Blok Rokan Pasca Insiden

Sebarkan artikel ini
produksi-minyak-blok-rokan-pulih-usai-perbaikan-pipa-gas
Produksi Minyak Blok Rokan Pulih Usai Perbaikan Pipa Gas

Jakarta – Produksi minyak dan gas (migas) di Blok Rokan menunjukkan pemulihan setelah sempat terganggu akibat kerusakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) pada awal 2026.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan hal tersebut.

Gangguan pipa gas TGI sempat mempengaruhi operasional Blok Rokan, yang merupakan salah satu tulang punggung produksi minyak nasional.

Direktur Jenderal Migas ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa upaya mitigasi telah membuahkan hasil positif.

“Upaya pengalihan bahan bakar dan prioritas pada sumur utama terbukti efektif menjaga kelangsungan produksi di tengah keterbatasan pasokan gas,” ujar Laode dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).

Laode meninjau langsung kondisi lapangan saat mengunjungi kantor utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rumbai.

Ia memimpin rapat koordinasi teknis untuk memastikan langkah mitigasi berjalan optimal demi menjaga target produksi nasional.

Apresiasi diberikan Laode atas respons cepat PHR dalam menghadapi gangguan pasokan gas.

Pengalihan bahan bakar pembangkit dari gas ke solar serta pengaturan beban listrik dinilai berhasil menjaga ribuan sumur tetap berproduksi.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhammad Arifin, menyatakan bahwa tim di lapangan tetap siaga.

PHR juga menyiapkan rencana pemulihan agresif setelah pasokan gas kembali stabil.

Arifin memastikan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama dalam kegiatan pemulihan.

Perusahaan optimis produksi akan kembali optimal seiring normalnya pasokan energi pendukung operasi.

“Kami siap melakukan peningkatan produksi secara bertahap untuk mengejar target yang telah ditetapkan negara,” tegas Arifin.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan bahwa kebocoran pipa gas TGI berdampak langsung pada operasi Blok Rokan.

Kerusakan itu mengakibatkan hilangnya potensi produksi minyak sekitar 2 juta barel di awal tahun.

“Pipa kita bocor dan kehilangan potensi produksi kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun,” kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Bahlil menegaskan akan menjatuhkan sanksi kepada pejabat di Kementerian ESDM maupun BUMN jika ditemukan unsur kelalaian.

Pengawasan dan mitigasi risiko seharusnya bisa dilakukan lebih baik agar insiden serupa tidak terulang.

PT Transportasi Gas Indonesia pertama kali menerima laporan dugaan kebocoran pipa gas pada ruas Grissik–Duri (GD) KM 222 di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (2/1/2026).

Pipa gas milik TGI memiliki fungsi vital bagi keberlangsungan operasi migas di Blok Rokan.

Gas yang dialirkan melalui infrastruktur tersebut dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk mengoperasikan pompa angguk di sejumlah lapangan minyak.