Padang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mencatat ada 22 kasus gigitan hewan rabies yang terjadi sejak Januari hingga November 2023. Kasus tersebut tersebar di 10 kecamatan di Kota Padang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Padang, dr. Feri Mulyani mengatakan, kasus gigitan hewan rabies tersebut melibatkan anjing, kucing, dan monyet. “Dari 22 kasus itu, 15 kasus gigitan anjing, enam kasus gigitan kucing, dan satu kasus gigitan monyet,” kata Feri Mulyani1.
Feri Mulyani menjelaskan, kasus gigitan hewan rabies terbanyak terjadi di Kecamatan Koto Tangah dengan tujuh kasus. Kemudian diikuti oleh Kecamatan Lubuk Begalung dengan empat kasus, Kecamatan Kuranji dengan tiga kasus, dan Kecamatan Nanggalo dengan dua kasus.
“Selain itu, ada juga kasus gigitan hewan rabies di Kecamatan Padang Barat, Padang Timur, Padang Utara, Pauh, Bungus Teluk Kabung, dan Lubuk Kilangan masing-masing satu kasus,” ujar Feri Mulyani1.
Menurut Feri Mulyani, semua korban gigitan hewan rabies telah mendapatkan penanganan medis sesuai dengan standar. “Kami sudah memberikan vaksin anti rabies (VAR) kepada semua korban. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada korban yang meninggal akibat gigitan hewan rabies,” ucap Feri Mulyani1.
Feri Mulyani mengimbau kepada masyarakat Kota Padang untuk selalu waspada terhadap potensi penularan rabies dari hewan peliharaan maupun liar. Ia menyarankan agar masyarakat yang memelihara hewan seperti anjing dan kucing untuk rutin memberikan vaksinasi kepada hewan tersebut.
“Jika ada hewan yang menunjukkan gejala rabies seperti agresif, menggigit benda, atau mengeluarkan busa dari mulut, segera laporkan ke petugas kesehatan hewan atau dinas terkait. Jangan biarkan hewan tersebut berkeliaran atau berinteraksi dengan hewan atau manusia lain,” pesan Feri Mulyani1.
Feri Mulyani juga mengingatkan kepada masyarakat yang mengalami gigitan atau cakaran hewan yang diduga rabies untuk segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit. “Setelah itu, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan VAR. Jangan tunggu sampai gejala muncul karena rabies adalah penyakit yang mematikan,” tegas Feri Mulyani1.






