EkonomiRanah

Harga Emas Antam Naik Turun, Faktor Global Pengaruhi

508
×

Harga Emas Antam Naik Turun, Faktor Global Pengaruhi

Sebarkan artikel ini
begini-prediksi-analis-soal-harga-emas-pekan-depan
Begini Prediksi Analis soal Harga Emas Pekan Depan

Jakarta – Harga emas batangan produksi Antam kembali menunjukkan pergerakan yang dinamis. Pada perdagangan Sabtu (7/2/2026), harga emas tercatat naik Rp 30 ribu dan mencapai Rp 2.920.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas Antam sempat mengalami penurunan tajam sebesar Rp 100 ribu, dari Rp 2.956.000 per gram menjadi Rp 2.856.000 per gram.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memprediksi fluktuasi harga emas masih akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Ibrahim menjelaskan, jika harga emas dunia mengalami penurunan, support pertama berada di level US$ 4.831 per troy ounce, atau setara dengan Rp 2.750.000 per gram untuk logam mulia.

Lebih lanjut, Ibrahim memperkirakan support kedua harga emas dunia berada di level US$ 4.718 per troy ounce, atau bisa turun hingga Rp 2.620.000 per gram untuk logam mulia.

Namun, jika harga emas dunia mengalami kenaikan, resistance pertama diprediksi berada di level US$ 5.057 per troy ounce dan logam mulia di level Rp 2.800.000 per gram.

Resistance kedua untuk harga emas dunia diperkirakan mencapai US$ 5.170 per troy ounce, dengan logam mulia di level Rp 2.900.000 per gram.

Menurut Ibrahim, penundaan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang memicu fluktuasi harga emas dunia.

Ia menambahkan, rilis data tersebut akan sangat memengaruhi keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve, terkait kebijakan suku bunga.

“Bank of England dan Bank Sentral Eropa masih mempertahankan suku bunga, melihat kondisi perekonomian secara global,” jelas Ibrahim.

Selain itu, terpilihnya Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed juga turut memengaruhi penurunan harga emas dunia, karena pasar dinilai masih apatis terhadap Warsh yang menginginkan suku bunga tinggi.