Feature

Hari Air Sedunia, Earth Hour Padang Bersihkan Banjir Kanal

226
×

Hari Air Sedunia, Earth Hour Padang Bersihkan Banjir Kanal

Sebarkan artikel ini
Aksi sosial peduli lingkungan gerakan Earth Hour Padang di kawasan banjir kanal GOR H Agus Salim Padang. FOTO/HUDA PUTRA
Aksi sosial peduli lingkungan gerakan Earth Hour Padang di kawasan banjir kanal GOR H Agus Salim Padang. FOTO/HUDA PUTRA
Aksi sosial peduli lingkungan gerakan Earth Hour Padang di kawasan banjir kanal GOR H Agus Salim Padang. FOTO/HUDA PUTRA

Memperingati Hari Air Sedunia pada 22 Maret kemarin, Earth Hour Padang bersama sejumlah atlet Dayung, Taekwondo, komunitas Android Ranah Minang, Relawan Turun Tangan, Uda/Uni Kota Padang, pegiat Media Sosial dan Masyarakat melakukan aksi sosial peduli lingkungan di kawasan banjir kanal GOR H Agus Salim Padang, Minggu (23/03) pagi.

Mengangkat tema dengan hastag #BandaBakaliBersih. Selain membersihkan sampah pada banda bakali dan pengukuran kualitas air di banjir kanal, Earth Hour bersama peserta lainya juga melakukan kampanye berkeliling mengajak semua masyarakat agar menjaga sungai di Kota Padang.

Hal ini juga dilakukan karena diketahui selama ini sungai sering menjadi tempat sampah kedua oleh masyarakat.

“Sungai saat ini banyak tercemar karena kebiasaan masyarakat menjadikannya tempat sampah kedua. Diharapkan dengan aksi ini diharapkan masyarakat tahu bagaimana kualitas air sungai dan untuk ikut menjaga,” kata Koordinator Earth Horu Padang, Andahayani Yoseph.

Disebut Andah, perubahan besar itu bisa dimulai dari perubahan yang kecil. Untuk itu, aksi ini diharapkan kedepan dapat membuat pola pikir masyarakat berhenti agar tidak membuang sampah lagi di sungai.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Padang, Edy Asmi yang turut hadir pada aksi kali ini menyebutkan, berdasarkan hasil uji terhadap enam aliran sungai di Kota Padang, sungai paling tercemar adalah Batang Arau, namun pencemarannya masih di bawah normal.”

Aksi yang juga di laksanakan serentak 29 Kota di Indonesia ini juga melakukan kegiatan aksi konfigurasi “60+” pada tanggal 29 Maret mendatang.

J.S. Khairen berbicara di depan mahasiswa UNP dalam seminar "Menulis dari Akar: Syair, Syiar, dan Sastra Masa Kini" di Auditorium UNP, Padang.
Feature

Penulis J.S. Khairen menginspirasi mahasiswa UNP dalam seminar di acara Ngaji Literasi x Semesta Buku. Ia berbagi kisah di balik novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” yang mengisahkan perjuangan dua anak miskin untuk meraih pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.