Ranah

Herdanic Percepat Panen Padi di Sumbar, Hasil Meningkat

222
×

Herdanic Percepat Panen Padi di Sumbar, Hasil Meningkat

Sebarkan artikel ini
solusi-kelangkaan-pupuk-di-sumbar,-herdanic-jadikan-padi-tumbuh-‘super’-dan-cepat-panen
Solusi Kelangkaan Pupuk di Sumbar, Herdanic Jadikan Padi Tumbuh ‘Super’ dan Cepat Panen

Agam – Kabar baik datang dari Dusun Halalang, Agam, Sumatera Barat. Panen raya padi organik di wilayah ini sukses besar dan melampaui ekspektasi.

Panen ini merupakan hasil inisiasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumbar, dan Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Korwil Sumbar.

Padi jenis ‘kuruik kusuik’ yang ditanam di lahan percontohan (demplot) menghasilkan panen melimpah.

Keberhasilan ini tak lepas dari peran pupuk organik cair lokal bernama Herdanic. Pupuk ini disebut-sebut sebagai kunci “lompatan teknologi” di bidang pertanian.

Ketua KTNA Sumbar, Asnal Zakri, mengaku takjub dengan hasil panen ini.

Padi yang menggunakan Pupuk Organik Cair Herdanic dipanen pada usia 128 hari, lebih cepat 7 hari dari masa panen normal padi jenis yang sama (135-155 hari).

Ketua Korwil Gempita Sumbar, Nurkhalis, optimistis hasil panen per hektare dapat mencapai 7 ton berkat performa ini.

“Biasanya dengan 30 batang per rumpun hanya menghasilkan 3 sampai 4 ton per hektare. Kita yakin kalau hari ini hasilnya rata, hasilnya bisa mencapai 7 ton. Ini adalah kemajuan pertanian di Sumbar,” tegas Nurkhalis.

Herdanic, pupuk cair hayati majemuk organik asal Agam, menjadi sorotan utama dalam kesuksesan ini.

Selain meningkatkan hasil panen, pupuk ini menawarkan solusi strategis bagi petani di tengah isu kelangkaan dan mahalnya pupuk konvensional.

“Kita menggunakan pembenah tanah yang super unggul dibanding produksi jenis biasa. Ini bisa dikatakan sebuah lompatan teknologi,” kata Asnal Zakri, berharap hasil panen ini menjadi model yang dapat direplikasi.

UIN Bukittinggi memberikan dukungan penuh terhadap potensi besar ini dengan mengambil langkah kelembagaan yang strategis.

Wakil Rektor I UIN Bukittinggi, Dr. Afrinaldi, menyatakan bahwa pihaknya akan merespons melalui program pemberdayaan masyarakat dan mengintegrasikan riset pertanian ini.

Afrinaldi menyebut inisiatif ini sebagai implementasi dari program Ekoteologi Kementerian Agama, yaitu program yang ramah lingkungan dan selaras dengan nilai-nilai religius.

Wakil Rektor II UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Iiz Izmuddin, MA, menambahkan bahwa UIN Bukittinggi akan membuka Fakultas Saintek (Sains dan Teknologi) untuk mendukung pengembangan keilmuan dan teknologi pertanian padi organik berkelanjutan secara resmi.

Keberhasilan panen ini diharapkan menjadi contoh nasional tentang bagaimana kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan petani lokal dapat menghasilkan inovasi pertanian yang meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian lingkungan.